Coretan Cerita 1 tahun

Tertangkap dalam kamera
saat itu ada satu mata yang tertuju padaku.
pertemuan itu berlanjut di sebuah kelas pengembangan diri, belum merasa dekat dan sangat asing.
hanya bisa bercuri pandang. ingin sekali bertegur sapa, siapa dia, apa kabarnya, ya kadang itu memang takku lakukan. >.<
sampai juga pada alasan aku bisa berbicara dengannya. pria dingin yang mini kata. Aku cengengesan nggak jelas, sama-sama gagap dan tak banyak bicara. lambat laun pembicaraan kami mengalir seiiring berjalannya kuliah.
selalu ada obrolan, selalu ada kata-kata, dan selalu ada masalah yang kami bahas disetiap pertemuan. 
kami sepakat menamai ini adalah persahabatan. entah sejak kapan itu aku tak berusaha mengingatnya. kami selalu bersama kala ada sebuah kegiatan di luar kampus. hingga aku masih mengingat ada kisah yang belum aku  sadar. 
ku hirup dalam-dalam udara pagi itu, udara pegunungan slamet. pegunungan slamet yang pembawa cerita, kisah, dan duka. ku sapu pandangan ke sekitar, air terjun yang tak hentinya mengaliri sungai, batu sungai yang tak gentar walau diterpa bandang. ku syukuri kenikmatan pada diri ini.
dan pria itu muncul lagi dengan senyum bebeknya yang khas. menyapa dan bertanya "Sudah ambil makanan?" aku hanya menggeleng lembut, ku terpa ia dengan senyuman yang menurutku paling manis dengan 2 gingsul yang tertata rapih.. (Lagian mana ada gingsul rapih).
kami berada dalam nuansa kebersamaan malam keakraban yang indah, berkesan, dan mungkin bakal banyak cinta yang tumbuh di sini. 
hanya kenangan foto bersama dengannya.. hanya foto... hanya foto..
berlatarkan air terjun indah, aku dan dirinya berbagi banyak cerita tentang apa itu hidup yang terabadikan dengan foto.
 satu semester telah berlenggang pergi dengan penuh kenangan. bukan waktu yang lama rupanya.
aku semakin banyak mengukir cerita di sini, di kampus orange ini, di mana buih-buih kepalsuan hidup tumbuh.
akudan kawan-kawan yang lain semakin dekat tentunya bukan tanpa masalah yang rumit..
begitu pula aku dan dirinya. sahabatku, alih-alih bercerita tentang diri masing-masing aku bertegur sapa dengannya melalui pesan singkat. tak butuh waktu lama lagi, ada sesuatu yang janggal dan harus dihentikan. aku pikir ini hanya sementara dan mungkin hanya kompensasi dari arti kesendirianku, tapi bukan lagi sebuah kompensasi ketika aku berkali-kali mendapatkan dirinya hadir di mimpi ini.
Pernah aku bersenandung pada Yang Maha Pengasih, tolong jangan beri aku rasa ini, jangan sakiti aku dengan perasaan ini. apakah ada pilihan lain untukku cintai? untuk yang sangat membutuhkan cinta. 
Ya Rabbi aku sungguh tersiksa, karena jarak antara kami terlalu dekat dan hampir selalu bersama. aku hanya ingin menjadi sahabat saja, aku tak ingin lebih, tapi rasa ini sudah berontak berkali-kali dan kadang membuat pilu. ia menorehkan pelangi di dadaku yang sesak. berharap setelah ia mengetahui, ia bisa mengerti dan tidak aneh dengan sikapku. namun nampaknya penilaian ku salah. 
ia justru semakin dingin, acuh, bahkan menjauh dari radiusku. Ya Allah, jika Kau memberikan cinta hanya untuk membuatku terasing maka hentikan dan bunuhlah aku dengan pedang anti cinta lawan jenis. 
dia hanya sebagian cerita cintaku yang panjang namun tak pernah dimulai.
semoga ia membacanya.. :)


Comments

Ocha Rosawati said…
Love ..., I wish I could reveal all the words and the sense of the heart that I have this ..., then a thousand sheets of paper would not be enough for me pouring. Lots of love, much like I said is directly in front of you later. If you know, I love tasteless without fillers and do you care to me, if only you know what I feel for you ....

Popular posts from this blog

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

Melankoli !

Sedang tebangun dari tidur panjang