Melankoli !
Perasaan ini akan selalu ada meski kau telah tiada (Tarzan boyz-Tunggu Aku di Surga)
Ada umpatan dan rasa tak adil yang masih ada di sini. ataukah cuma sendi sendi dari kenanganku saja yang bermasalah dan seolah Tuhan tahu apa yang sedang terjadi padaku. jejak kenangan semakin menjauh dan terburai oleh waktu, hingga jutaan kata indah kau tanamkan di hatiku pun kembali memuai. seharusnya kau ada di sini dan menjawab setiap keluh dan kesahku. kau yang seharusnya menjadi penadah air mataku yang kian hari semakin kelu untuk aku keluarkan.
riak riak kesombonganku berucap kalimat "aku akan lupakanmu", semakin sulit aku usaikan!
melaju-laju seolah aku baik-baik saja, apakah aku munafik, Tuhan?
ringkih! pucat!
belum sempat menyapa dan melihat senyumanmu untuk terakhir kalinya.
tak ada manusia yang sempurna, namun aku harap Gusti Agung menempatkanmu di tempat terindah,
sayangku Mas Indra. demi bulan dan seluruh binaannya, aku begitu merindukanmu,
seakan akan aku mencoba dewasa menghadapi pertikaian yang ada, tapi ternyata tidak dapat.
tolong yakinkan aku bahwa kau ada di sini ! tolong sadarkan aku bila aku terlalu larut dalam buaian kekejaman rindu ini.
Kalau yang paling indah itu ketika awan berarak mengikuti angin, tapi saat yang terindah adalah ketika aku bisa memandangi wajahmu kasihku.
menimpali tubuh dengan kesejukan kesejukan alam raya
menjadikanmu imamku yang aku sanjungi setiap desahnya. karena hanya ada satu alasan, aku tak tahu kemana rindu ini akan menemui takdirnya.
![]() |
| Alm. Indra Permana |
riak riak kesombonganku berucap kalimat "aku akan lupakanmu", semakin sulit aku usaikan!
melaju-laju seolah aku baik-baik saja, apakah aku munafik, Tuhan?
ringkih! pucat!
belum sempat menyapa dan melihat senyumanmu untuk terakhir kalinya.
tak ada manusia yang sempurna, namun aku harap Gusti Agung menempatkanmu di tempat terindah,
sayangku Mas Indra. demi bulan dan seluruh binaannya, aku begitu merindukanmu,
seakan akan aku mencoba dewasa menghadapi pertikaian yang ada, tapi ternyata tidak dapat.
tolong yakinkan aku bahwa kau ada di sini ! tolong sadarkan aku bila aku terlalu larut dalam buaian kekejaman rindu ini.
Kalau yang paling indah itu ketika awan berarak mengikuti angin, tapi saat yang terindah adalah ketika aku bisa memandangi wajahmu kasihku.
menimpali tubuh dengan kesejukan kesejukan alam raya
menjadikanmu imamku yang aku sanjungi setiap desahnya. karena hanya ada satu alasan, aku tak tahu kemana rindu ini akan menemui takdirnya.
" Oh Tuhan kembalikan! cintaku hanya dia!"

Comments
itu masmu to? sing sabar ya :)
kata-katanya menyentuh!
Post a Comment