Posts

Showing posts from July, 2018

Memoar Kelahiran. (Refleksi Hari Kelahiran Jiwa)

Perjalanan adalah titian kisah hidup manusia. warna-warninya kita yang tentukan sendiri. tetapi sayang, aku tak punya cukup kuasa untuk menghadirkan warna-warni kisah dalam usiaku yang sudah meninggalkan masa seperempat abad. pilihan-pilihan dari banyak pihak telah mendoktrinku. bagaimana tidak. kegamanganku terhadap keputusan yang tengah dipertimbangkan, sudah keburu  di terkikis ombak. namun, ternyata usiaku kini ternyata bukan lagi soal huru-hara pesta, upacara tiup lilin yang terkesan dipaksakan atau tentang banyaknya kejutan serta hadiah yang diberikan. Memoar kelahiran. Bukan lagi sebuah angka, melainkan rekaman detik-detik hadirnya jiwa baru di dunia ini. siapa sangka, dulu Tuhan dan Jiwa telah melakukan perjanjian. Perjanjian suci antara insan dan Tuhannya. tentang kemana jiwa akan turun di muka bumi ini. mungkin jiwa itu memilih mereka sebagai indung nya atau mungkin, Tuhan yang berbaik hati menempatkan jiwa itu pada indung   yang beruntung. Minggu, 12 Ap...

Makan Malam

Karya Ocha Rosawati Suara petikan gitar dari radio masih terdengar menyayat, merambat perlahan pada dinding otak. Dalam kepulanganku malam itu, melihat lelaki tua masih saja muram. Kepalanya keluar dari lemari, sepertinya sedang mencari ingatan yang dia simpan di sana. Sepengetahuanku setoples kesakitan memang disimpan di sana, tapi untuk apa dia menambilnya. Butiran air bertetesan dari ujung rambutnya yang memutih. Dia kembali ke meja makan, menyendok lagi kuah sup . Kami berdua makan di tengah cahaya lilin yang meliuk-liuk. Bapak mengunyah tahu dengan gusar sembari memperhatikan sekitar. Aku pun ikut terbawa, apa yang sedang dia khawatirkan.

IKHTISAR

Suara Perempuan Banteng Moncong Putih (Analisis Mengenai Gender dalam Partai PDI Perjuangan) Rosawati,  P URWOKERTO,  20 13. Suara Perempuan Banteng Moncong Putih (Analisis Mengenai Gender dalam Partai PDI Perjuangan) Kami tidak minta diistimewakan atau berusaha merebut kekuasaan tertentu. Yang sebenarnya kami inginkan adalah sederhana, bahwa mereka mengangkat kaki mereka dari tubuh kami dan membiarkan kami berdiri tegap sama seperti manusia lainnya yang diciptakan Tuhan (Sarah Grimke, 1837) [1] Perempuan selama ini memang dianggap sebagai mahluk unik yang memiliki peran begitu kuat dalam kehidupan terlepas dari kelemahan-kelemahan yang selama inidibicarakan. Perempuan dianggap sebagai tiang nya negara, apabila perempuan hancur maka niscaya suatu negara akan hancur pula. Bahkan perempuan diberikan anugerah terindah dengan diberikan penghormatan bahwa surga ada di telapak kaki ibu (seorang perempuan). Tapi perempuan selama ini juga dian...

Bahagia yang meninggalkan kampung halamannya

Pagi itu membawaku ke dalam masa-masa indah yang kuciptakan. Memulainya dengan senyuman. Menyapa burung gereja yang bertengger. Berbincang dengan serangga sementara kucing – kucing berteriak kelaparan. Pagi ini sangatlah berbahagia, sisa embun enggan mengering setelah semalaman dihajar badai. Matahari perlahan menghangatkan kampungku. Aroma tanah basah membentur penciumanku. Tidak ada angin yang bertiup sekencang kemarin, hanya ada kehangatan pagi dan jiwa yang tengah berbahagia.

Bukan Teman

Ketika aku menulis ini aku telah kehilangan sahabat, teman dan kakak, yang belum genap setahun menemaniku hampir disetiap minggunya. Setelah ini aku tak banyak bicara lagi, tapi tolong biarkan aku mengungkapkan segalanya tentang kita. Pertemuan kita memang unik, disebuah penantian konser musik. Aku mengenalmu. Ya, kamu Kak. Perempuan unik yang menahan gejolak untuk merokok ditempat umum. Karena aku kau mengumpulkan keberanian. “Hi   Friend,” kataku sambil menepuk pundakmu. Sejak saat itu kita jarang bertemu selama kurun waktu satu tahun karena berbagai kesibukan yang menyita seluruh kewarasan kita. Kembali bertemu ketika menonton salah satu pertunjukan teater di kampusmu. Kita sadar tidak ada yang namanya kebetulan. Kau tahu Kak, aku mungkin akan berusaha sekuat tenaga untuk tak cengeng dan menjagamu ketika aku bersamamu. Mengajakmu ngopi dibanyak kedai kopi di kota ini, menjaring matahari sore dan kita suguhkan di atas meja,meneguk sari pati senja yang tak dinikmati orang b...