Saya Telah Mati
Oleh : Rosawati Intelek, saya terlalu intelek. Itu yang mereka utarakan sambil terus mengisap batang rokok yang aromanya lebih busuk dari sampah. Menurut saya itu hanya ungkapan umum, toh mereka orang berpendidikan seharusnya tak asing dengan istilah itu. Menganggap ocehannya adalah kentut biasa merupakan langkah yang baik agar suasana tidak bertambah panas. Saya dituntut berkata seronoh. Saya dituntut memahami perbendaharaan kata mereka. Bagi saya itu amat bodoh ! kenapa harus saya yang berpikir? Apa mereka hanya ingin disuapi?