Sumbangnya Aktivis pada Event Silahturahmi Aliansi OKP Kota Cirebon
Sekapur sirih
(Rosawati. Alumni Fisip Unsoed Purwokerto
2014)
Apa kabar
mahasiswa Indonesia? Apa kabar Mahasiswa Cirebon,
Menjadi
mahasiswa pada zaman serba pragmatis seperti ini memang paradoks. Di satu sisi,
idealisme mahasiswa yang hakiki harus ditegakkan, yakni bagaimana mendewasakan
pikiran agar bisa mengatasi segala persoalan kehidupan bernegara maupun
beragama dengan pola pikir yang sistematis, kritis, analitis dan komprehensif;
dan untuk mendapati proses idealisme seperti itu tentu bukan persoalan mudah
yang bisa didapat secara pragmatis dan instan. Penuh perjuangan serta
dialektika berpikir yang panjang.
Pertikaian
kebijakan pemerintah yang menuai kegeraman mahasiswa masihlah nyaring bunyinya.
Pencabutan subsidi untuk masyarakat miskin, hukum yang tidak adil, kurangnya
pelayanan publik, minimnya pemerataan ekonomi dan pendidikan, serta isu isu
agraria. Semua menjadi bahan obrolan setiap organisasi, program-program
berseliweran dan jamaknya pemikiran kaum pembaca. Pada saat yang bersamaan
penekanan pada masalah kampus seperti praktik privatisasi pendidikan, kurikulum
pendidikan di kampus semakin menjauhkan mahasiswa dari realitas sosial dan
membentuk mereka sebagai produk-produk yang siap untuk dipasarkan oleh industri
kapitalis. Sadar maupun tidak inilah yang terjadi.
Keidealisan
seorang aktivis mahasiswa semakin dipertanyakan saat mereka mengisi waktu luang
dengan gadget, mall dingin, dan bersamanya sibuk mencari koneksi internet cepat
agar bisa bermain game online sambil ditemani kopi ala caffe sebagai jamuannya.
Bukannya tidak boleh hanya saja itu merupakan sebuah taktik untuk menjaukan
mahasiswa dari aktivitas politik radikal di ruang publik, serta komitmen
terhadap nilai-nilai solidaritas, komunitas, dan politik keadilan sosial. Gaya
hidup mahasiswa kini menjauh dari ruh-nya. Setiap golongan bergerak dan
berkibar di atas benderanya masing-masing, memperjuangkan ideologinya, dan
menanggalkan keterbukaan pikirannya.
Ada
apa mahasiswa saat ini? Ada apa dengan aksi di jalanan Cirebon yang sering kita
lihat? Bakar Ban kah? Adakah hal lain yang membuatnya lebih baik selain bakar
ban?
Mari melingkar,
mari berpikir dan mari kita satukan semangat. Cirebon ini membutuhkan kalian.
Cirebon ini membutuhkan keberagaman yang harmonis.
Salam Pemuda,
Salam Perjuangan !
Laporan hasil diskusi
Laporan hasil diskusi
Panitia bersama yg dibentuk dari beberapa organisasi Pemuda dan Mahasiswa. Dari PMII, GMNI, FMD, BKM STMIK CIC, BEM Fisip Unswagati, HMI, FPPI, GMP, dan PRODEO. Yang di Dukung Oleh KNPI DPK Kec. Kesambi. Nama acara tersebut yakni "Diskusi dan Ngabuburit bersama organisasi kepemudaan dan organisasi mahasiswa"
Bentuk acara Silaturahmi, diskusi dan Buka bersama. dengan Tema diskusi "Toa Sumbang Pasca Reformasi"
Acara tersebut dilaksanakan pada, Selasa 7 Juli 2015 bertempat di Gd.Pemuda Kota Cirebon, pukul 15.00 sampai dengan selesai. Bentuk acara Silaturahmi, diskusi dan Buka bersama. dengan Tema diskusi "Toa Sumbang Pasca Reformasi"
"Tujuan menyelenggarakan acara ini adalah sebagai ajang silaturahmi organisasi pemuda/mahasiswa yg ada di cirebon, membangun kembali persatuan pemuda, dan sharing-sharing terkait identitas kita sebagai mahasiswa yg merupakan "agen of change"." Galih Zami selaku Ketua pelaksana.
Acara ini dilaksanakan atas keresahan panitia dan OKP melihat gerakan organisasi mahasiswa dan kepemudaan yang cenderung egosentris. Melalui silahturahmi ini diharapkan kedepannya dapat menjadi permulaan adanya persatuan aliansi OKP di bawah naungan KNPI Kota Cirebon sebagai wadah organisasi kepemudaan. Berawal dari identifikasi permasalahan yang dihadapi setiap kampus, identitas mahasiswa sebagai “Agen of change”, serta pergerakan mahasiswa yang terbangun melalui organisasi. Tanpa melepas ideologi, dalam silahturahmi ini berusaha membangun komunikasi dan peleburan argumen walau capaiannya belum maksimal namun telah ditemukannya beberapa konsep permasalahan.melihat banyaknya permasalahan publik di Kota Cirebon diharapkan dari ruang inilah kembali bersatunya mahasiswa dan OKP.
"Intinya bahwa gerakan aliansi harus menanggalkan krisis kepercayaan dan identitas organisasi. Agar terciptanya gerakan mahasiswa yang kembali membahana. Mahasiswa harus melupakan warna dari setiap organisasi dan aliansi pun tidak boleh mengedepankan tendensi politik manapun. Serta Menaruh dulu semua keegoisan gerakan untuk memecahkan masalah bersama." Kata Ocha Rosawati sebagai Moderator dan ketua Komisi pemberdayaan perempuan DPK KNPI Kec. Kesambi.
"Bentuk diskusi yang keren dan berkualitas, dengan melihat antusiasme peserta diskusi yang lain ,semoga acara ini terus berlanjut hingga pembahasan masalah di kota cirebon kemudian terdapat gerakan yang lebih kuat lagi." Kata salah satu peserta.
“Acara ini cukuplah menarik, karena sebelumnya belum pernah ada forum pemersatu antar organisasi kemahasiswaan dan OKP. Menanggalkan krisis kepercayaan akan adanya tendensi politik dalam gerakan serta menjalin kerja sama organisasi adalah kunci aliansi ini terus berjalan.”Sambung Ilham selaku ketua BEM Fisip Unswagati dalam pendapatnya.
Membangun kembali kesadaran akan pentingnya persatuan dan solidaritas antar organisasi masih harus banyak dilakukan agar mahasiswa kembali pada ruh-nya selaku penggerak pembangunan dan yang akan bertanggung jawab atas pembangunan Kota Cirebon ke depannya. (Review by; Ocha)
Comments
Post a Comment