Linggarjati
Bermalam di tanahmu yang subur, bersautan suara binatang malam, menyium aroma tanah basah, dan serumpun udara malam menerpa wajahku. Sayang, bagaimana kabarmu? Aku menyambangi kampung halamanmu, tidak inginkah kau menemuiku? oh, aku lupa jika dunia kita berbeda, pandangan kita berbeda, dan tubuh tak lagi berpagut. aku ingin bertanya sekali lagi, tak perlu kau sampaikan jawabanmu, tak perlu kau paksa mentari hadir di atas meja makanmu. Tak perlu menghabiskan waktu berkicau dengan suara hujan yang menghamburkan namamu. Sayang, masihkah ada namaku dihatimu? Apakah pertemuan kali itu tak berarti untukmu? jawablah dalam hatimu, hati yang pernah aku seduh dalam hari hariku. Hati yang selalu aku semogakan. sayang, jika kelak lelah telah meracuni hari harimu, kembalilah, percayakan padaku sebagai perawat rasa sakitmu. Tanganku selalu terbuka menjemputmu. . Ilustrasion : Taman Belakang Keraton Kasepuhan