Opium 24 (sedikit bicara perempuan)

Tidak semua pilihan hidup yang kita pilih dapat diterima oleh semua pihak. Terlebih lagi menjadi seorang perempuan yang mempunyai hak atas tubuhnya sendiri menjadi sebuah tugas berat bagi perempuan. Kenapa, karena lagi lagi tidak semua orang dapat menerima pilihan yang perempuan pilih. Aku pernah menyusuri jalanan malioboro hingga pasar kemban kembali lagi ke sosrowijayan, beberapa penjaja seks baik yang perempuan tulen atau waria, mereka menjajakan seks berharap malam itu mereka mendapatkan penghasilan yang akan mereka gunakan untuk menyambung hidup. Terlepas dari masalah agama, hal ini tidak perlu dihakimi, karena memang kebutuhan hidup meningkat dan pemerintah dan masyarakatnya belum mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih “kondusif”.
Fenomena tersebut tidak perlu jauh disangkut pautkan dengan agama, di mana semua orang tidak semuanya paham secara “Khaffah” mengenai ketentuan agama. Aku lebih menyudutkan tentang bagaimana peran pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan agar kesejahteraan dapat tercipta. Melihat kondisi seperti itu sedikit mengingatkan aku pada pembahasan perempuan sebagai komoditas. Pembebasan belenggu komoditi dari tubuh perempuan sebenernya menjadi hak mereka, hanya saja beberapa kasus menyudutkan perempuan sebagai asal muasal segala “kerusakan”. Penyebaran penyakit kelamin dan sebagainya, seolah tertuduh pada perempuan saja. Padahal lelaki juga bertanggung jawab atas menyebarnya penyakit tersebut.
Mengapa perempuan tidak bisa memilih hak terhadap tubuhnya sendiri, mengapa perempuan tidak berhak atas pilihannya, mengapa perempuan menjadi masalah krusial ketika moral tak lagi beradab?
Kepada kita yang telah sadar, perbaikilah stigma tersebut  mulai dari diri sendiri, mulai dari pikiran kita sendiri. Aku perempuan yang mempunya tubuh dan tanggung jawab atas tubuhnya sendiri. Bagaimana dengan kalian ?
Semoga semesta melindungi perempuan yang sedang berjuang menafkahi keluarganya, melindungi perempuan dari keganasan jaman yang kian tak nyaman.


@Coffeelieur, Oktober 2017.


Comments

fadhil rizqan said…
Keep writing and moving

Popular posts from this blog

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

Melankoli !

Sedang tebangun dari tidur panjang