Nocturnal
Sederhananya impianku, kita kan gurat kan pena dalam perjalanan ini, bentangkan pena hingga bintang enggan untuk menodai.
Sayangku, hati ini hanya selembar daun yang
dapat jatuh dan musnah, maka ijinkan aku istirahat dan berbaring dalam hangatnya dirimu.
Engkau yang senantiasa merona wajahnya dalam ingatan.
Biarkan tajuk kisahmu menjadi sarapan pagiku dan biarkan jemarimu mengutipku sebagai cerita yang kelak akan kita luaskan,
jauhkanku dari keparauan saat tak berada di sisimu.
Karena takku temukan kata yang dapat aku telantarkan saat mencintaimu.
Sayangku
Hanya doa yang mempertautkan rinduku untukmu,
menjadi nocturnal dan menyelipkan namamu dalam setiap doa sampai badai membuat karam kecemasanku
Selamat datang dan janganlah kau pamit tanpa pesan indah untukku.
Sayangku, hati ini hanya selembar daun yang
dapat jatuh dan musnah, maka ijinkan aku istirahat dan berbaring dalam hangatnya dirimu.
Engkau yang senantiasa merona wajahnya dalam ingatan.
Biarkan tajuk kisahmu menjadi sarapan pagiku dan biarkan jemarimu mengutipku sebagai cerita yang kelak akan kita luaskan,
jauhkanku dari keparauan saat tak berada di sisimu.
Karena takku temukan kata yang dapat aku telantarkan saat mencintaimu.
Sayangku
Hanya doa yang mempertautkan rinduku untukmu,
menjadi nocturnal dan menyelipkan namamu dalam setiap doa sampai badai membuat karam kecemasanku
Selamat datang dan janganlah kau pamit tanpa pesan indah untukku.
Comments
Post a Comment