Kado Terindah

     Ketika masih bermain ria di taman kanak-kanak aku selalu mencari hal yang berhubungan dengan crayon dan kertas..
     Mama memasukkan ku langsung ke kelas Nol besar, karena melihat kemampuanku mengimbangi teman-teman. 
         Pada suatu minggu terdapat 5 temanku yang berulang tahun, otomatis mamah membelikan kado untuk ke lima temanku, belajarpun tersingkirkan demi ulang tahun kelimanya... makan bersama dan aku selalu menangis dan selalu rewel karena tidak mau makan sayur dan daging opor yang disajikan. aku hanya makan permen dan chiki di pojokan kelas sambil belepotan coklat.. 
aku pernah mengambil hadiahku untuk salah satu temanku, ku ambil karena hadiahnya adalah kesukaanku, Boneka susan dengan baju ganti. aku menangis sejadi-jadinya ketika ketahuan oleh mama. 
          Waktu cepat berlalu... bulan april tanggal 12 aku berulang tahun, mama menyiapkan perayaan kecil dan amat sederhana untuk anaknya yang nakal ini. kue ulang tahun warna biru muda dan pink dengan lubang di tengah, tanpa lilin dan tulisan selamat ulang tahun, dan tanpa kado ulang tahun. ulang tahunku memang mendadak tanpa pemberitahuan kepada orang tua murid. aku yang baru berumur 6 tahun kala itu hanya bisa menangis karena tidak mendapat kado, namun apa yang mama katakan? "Kadonya, Doa supaya ade wati dikasih panjang umur, sehat, jadi anak yang idep (Patuh), dan pinter, kan kado itu paling mahal, lebih mahal dari boneka susan dan remote kontrol." sambil tersenyum dan menghapus air mataku mama memelukku.
aku kembali dan duduk di tengah-tengah teman-teman yang sejak tadi menikmati makanan terlezat buatan mama.
         Aku beranjak remaja, masa-masaku bukanlah catatan indah untuk sebuah pengakuan, kala itu aku duduk di bangku kelas 1 SMP, Aku memiliki banyak sekali teman sepermainan dan aku mempunyai sahabat yang walaupun pada akhirnya menjadi musuh bebuyutanku. tubuh ini terbakar panasnya matahari kota Cirebon. latihan baris-berbaris berlangsung 1 jam. hingga pada saat aku memasuki ruangan aku langsung mendapati pandangan para senior yang seperti ingin segera mengoyak-ngoyak badanku (Emang macan??). aku hanya menunduk tak bersalah (Emang aku nggak salah). "Kamu, Rosa! berdiri di depan!!" sentak senior kurus nan hitam itu. aku menurut saja, menunduk pasrah. pasti aku kena amukan mereka lagi, yah memang aku langganan kemarahan mereka. entah kenapa, aku merasa baik-baik saja dan aku tak melakukan apapun (pasang muka malaikat). mereka membentakiku dengan alasan aku sering terlambat, suka bolos pelajaran dan yang paling parah pernah menjatuhkan Lencana Kepemimpinan saat di WC. aku yang memang merasa tidak melakukan hal itu langsung berontak. yang bisa aku lakukan hanya menangis sambil membalas hentakan. "Ngaku aja kamu!! jangan blagu kalau jadi anak!!" ujar Lukman, "Kamu harus ngaku kalau hari ini kamu ulang tahun!!!" sontak semua bertepuk tangan dan memelukku yang mulai lemas. yang ada dalam pikiranku saat itu hanya ingin menampari dan membunuh mereka satu per satu karena telah menghinaku habis-habisan. lagi-lagi, hadiah ulang tahunku bukanlah kado melainkan hujatan dan tangis. aku tidak percaya doa dan harapan yang mereka ajukan, mereka telah menyakitiku.
        Menginjak kelas 3 SMA aku yang baru menyelesainkan ujian sekolah 2 minggu lalu. kini saatnya fokus pada ujian praktek yang sangat mengasyikkan. aku dan kesembilan kawanku duduk di sisi lapangan sambil bercerita harapan di masa depan. "Jadi apa kita nanti?" ujar si polos Dian. "Kita sih pengen kerja bae lah, pegel blajar bae kuh!" sendul Rokana. aku hanya tersenyum dan membalas "Lha yang penting bisa hidup, bisa makan, bisa minum, bisa......" "Bisa apa hayo...!!!" timpal yang lain. "Bisa jadi istri achonk!!!" semuanya menimpukiku dan menindihku di atas rumput. kenangan terindah bersama Rokka Hollic. saatnya latihan senam dimulai, pelatih kami yang kemayu dan asistennya yang ganteng bukan kepalang sudah ancang-ancang di podium. ada gerakan baru dan sekarang pemantapan gerakan senam karena minggu depan kami maju praktek senam (ya iya masa praktek masak... -_-"). melelahkan, aku mengambil minum dan menenggaknya puas. aku baru sadar, kawan-kawanku tak ada, "Kemana rokana sama yang lainnya?" dian datang dan memanggilku dan meminjam handphoneku. aku duduk lagi dikoridor yang menghadap ke lapangan basket. Dian dan Rani memanggilku lagi karena mengalami kesulitan saat menggunakan handphoneku\. tiba-tiba dari belakang. #Ploook!!!! telor busuk mampir di kepalaku, belum selesai shock aku dibanjiri air cucian piring ibu kantin yang (Hooooeeekk!!). amat sangat shock, aku bahkan lupan hari ini ulang tahunku!! kami berkejar-kejaran di lapangan hingga mereka pergi meninggalkanku sendiri yang kebingungan untuk pulang. Dari kejauhan "Selamat ulang tahun Gembul!!!!!" aku tersenyum dan mereka melambai pulang. aku duduk di rumput dan meratapi segala yang telah banyak terjadi. banyak kisah, banyak cerita, banyak suka, banyak duka. terima kasih yang telah memberiku inspirasi. hari itu aku merasa sangat diperhatikan teman-teman. Air mata membentuk sungai di antara jerawat yang tumbuh menjulang di pipiku. "Terimakasih kawan!!!"
      Kini, hari ini. aku menatap kosong layar laptopku. aku bingung harus memulai dari mana. semua harapan dan doa yang mereka panjatkan untukku bukan tanpa arti, aku menjadi seperti ini karena doa mereka yang tulus. kado yang mama pernah katakan, kado terindah. setelah banyak aku merenung, sebenarnya sudah banyak hadiah yang telah aku terima. hadiah Iman, Islam, Kesehatan, Rezeki segala rezeki, dan masih banyak lainnya. orang tua selalu memberikan barang baru ketika aku ulang tahun atau memperoleh pencapaian tertinggi kala waktu tertentu, tanpa aku sadari!!!! ketika masuk SMP aku dibelikan sepeda china yang mahal harganya, walaupun Bapak beli dengan kredit di koperasi, masuk SMA aku dibelikan Motor dan komputer walau dipakainya berjamaah, dan sekarang ketika aku masuk keperguruan tinggi negeri tanpa test aku dibelikan motor tepat tanggal ulang tahunku. hingga saat ini, saat ku tatap layar laptopku yang masih kosong aku lagi-lagi menangis, betapa kufurnya aku atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan hingga saat ini. 
     Baru terasa rindu memberat di pundak, ptak, dan hatiku kepada keluarga. terutama mama dan bapak, betapa aku mencintai kalian. tidak perduli orang berkata apa. perjuanganmu mama, yang mendidikku hingga kini, dan perjuanganmu ayah yang mengantarkanku pada kehidupan yang ganas dan indah ini. :) terima kasih telah menjadi inspirasi.




Comments

Popular posts from this blog

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

Melankoli !

Sedang tebangun dari tidur panjang