Resume Materi Administrasi Perkantoran dan Perbekalan
Nama : Rosawati
NIM : F1B010001
Administrasi
logistik
Setiap
organisasi membutuhkan berbagai sarana dan prasarana . semakin beraneka ragam
fungsi, tugas, dan kegiatan yang harus diselenggarakan semakin beragam pula
sarana dan prasarana yang diperlukan dan digunakan. Titik tolak pembahasan
administrasi logistik adalah bahwa agar kegiatan organisasi terlaksana dengan
lancar, efisien, dan efektif, dibutuhkan sarana dan prasarana tertentu yang
harus tersedia dalam jumlah yang tepat, mutu yang diandalkan, jenis yang sesuai
dengan kebutuhan serta tersedia pada waktu yang tepat. Kemampuan suatu
organisasi menyediakan semua logistik yang diperlukan selalu terbatas
dihadapkan kepada kegiatan yang semakin kompleks dalam rangka pencapaian tujuan
yang sifatnya pada dasarnya tidak terbatas.
Titik tolak dan latar belakang
pemikiran yang demikianlah yang mendasari teori administrasi logistik. Pada
dasarnya proses administrasi logistik terdiri dari 6 langkah utama, yaitu :
1. Perencanaan
kebutuhan
2. Pengadaan
logistik
3. Penyimpanan
4. Distribusi
5. Penggunaan,
dan
6. Penghapusan.
PEMBAHASAN
1. Perencanaan
kebutuhan
Dalam
menyusun suatu rencana yang baik terdapat enam pertanyaan yang perlu terjawab
secara meyakinkan ialah apa, di mana, bilamana, bagaimana, siapa dan mengapa.
Logistik yang dibutuhkan harus menjamin bahwa penyelenggaraan semua jenis
fungsi organisasi baik yang sifatnya fungsi utama maupun fungsi penunjang
berlangsung secara lancar, efisien, dan efektif.
·
Kaitan dengan Pertanyaan “APA”
Jawaban petanyaan “APA” berkaitan
erat dan langsung dengan berbagai jenis kegiatan yang seyogyanya
diselenggarakan oleh organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai
sasarannya. Berbagai jenis kegiatan tersebut, seperti dimaklumi,
diklasifikasikan pada dua golongan, yaitu fungsi utama dan fungsi penunjang.
·
Kaitan dengan Pertanyaan “Di mana”
Jawaban terhadap pertanyaan “di
mana” menyangkut tempat atau lokasi kegiatan tertentu akan dilaksanakan untuk
mana sarana tertentu diperlukan.
Kaitan
dengan Pertanyaan “Bilamana”
Jawaban terhadap pertanyaan ini
menyangkut paling sedikit dua hal yaiutu saat tertentu dan satu kurun waktu tertentu. Pada waktu
mana suatu proses kegiatan berlangsung. Tidak kalah pentingnya memperhatikan
bahwa jawaban terhadap pertanyaan ini menyangkut ketepatan waktu untuk
melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
·
Kaitan dengan Pertanyaan “Bagaimana”
Jawaban pertanyaan ini menyangkut
mekanisme dan prosedur kerja dikaitkan dengan penyelanggaraan fungsi utama dan
fungsi penunjang.
·
Kaitan dengan Pertanyaan “Siapa”
Berangkat dari persepsi bahwa
manusia merupakan unsur terpenting dalam seluruh proses administrasi, dapat
dinyatakan secara katagorikan bahwa jawaban terhadap pertanyaan “Siapa” bahkan
juga terpaut langsung dengan tujuan dan berbagai sasaran yang ingin dicapai.
Hanya dengan demikianlah rencana kebutuhan benar-benar tersusun secara
kontekstual, bukan karangan semata-mata yang mungkin saja secara teoritikal
kelihatan bagus, tetapi tidak atau kurang tepat untuk dulaksanakan.
·
Kaitan dengan Pertanyaan “Mengapa”
Teori perencanaan memberikan
petunjuk bahwa pertanyaan “Mengapa” ditunjukkan kepada kelima pertanyaan yang
telah dinyatakan sebelumnya. Tegasnya pertanyaan “mengapa” ditunjukkan pada
pertanyaan apa, di mana, bilamana, siapa, dan bagaimana. Pertanyaan ini
memberikan jaminan bahwa suatu rencana yang dirumuskan dalam hal ini rencana
kebutuhan logistik akan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
2.
Pengadaan Logistik
Berbagai cara dapat ditempuh dalam
pengadaan pengadaan logistik seperti membuat sendiri, menyewa, meminjam, dan membeli.
·
Membuat sendiri
biasanya cara ini ditempuh apabila alat yang hendak dibuat relatif mudah (tidak sulit) dan hasilnya memenuhi tuntutan penyelenggaraan kegeiatan operasional.
biasanya cara ini ditempuh apabila alat yang hendak dibuat relatif mudah (tidak sulit) dan hasilnya memenuhi tuntutan penyelenggaraan kegeiatan operasional.
·
Menyewa
Cara ini ditempuh apabila peralatan yang dibutuhkan itu tidak akan digunakan terus-menerus, melainkan hanya untuk memenuhi suatu kebutuhan sementara.
Cara ini ditempuh apabila peralatan yang dibutuhkan itu tidak akan digunakan terus-menerus, melainkan hanya untuk memenuhi suatu kebutuhan sementara.
·
Meminjam
Meminjam, biasanya ditempuh apabila suatu peralatan tertentu hanya diperlukan sementara waktu dan timbul suatu kebutuhan khusus. Organisasi besar tidak lagi lumrah menggunakan cara ini tetapi tidak jarang digunakan oleh perorangan. Ciri khas cara ini adalah bahwa pihak yang meminjamkan tidak dikenakan biaya oleh pihak yang meminjamkan karena kalau dikenakan biaya situasinya berubah menjadi menyewa.
Meminjam, biasanya ditempuh apabila suatu peralatan tertentu hanya diperlukan sementara waktu dan timbul suatu kebutuhan khusus. Organisasi besar tidak lagi lumrah menggunakan cara ini tetapi tidak jarang digunakan oleh perorangan. Ciri khas cara ini adalah bahwa pihak yang meminjamkan tidak dikenakan biaya oleh pihak yang meminjamkan karena kalau dikenakan biaya situasinya berubah menjadi menyewa.
·
Membeli
Pengadaan
logistik yang paling banyak dilakukan adalah dengan cara membeli. Tergantung
pada jumlah peralatan yang hendak diadakan, baik berupa perangkat keras ataupun
luna, serta nilainya, pembelian dapat dilakukan dengan cara :
a. Melalui
tender
b. Melalui
tender terbatas
c. Pembelian
langsung tanpa tender
3.
Penyimpanan
Dalam
administrasi logistik, langkah pengadan biasanya diikuti oleh penyimpanan.
Alasan utamanya ialah karena sarana kerja yang diadakan dengan berbagai cara
mungkin saja tidak langsung digunakan, paling sedikit tidak dalam arti
keseluruhan atau akan bisa bermanfaat dilain waktu atau agenda organisasi
lainnya.
4.
Distribusi
Demi terselenggaranya berbagai
fungsi organisasi, tersedianya alat/barang yang diperlukan dalam jumlah, jenis,
mutu, dan waktu yang tepat sangat penting. Salah satu cara yang harus ditempuh
untuk menjamin situasi demikian adalah menciptakan sistem distribusi yang
cepat, efisien tetapi sekaligus aman.
Agar situasi ini tercipta diperlukan kerja sama yang erat antara
satuan-satuan kerja pengguna alat/barang tertentu dengan para petugas
penyimpanan, kerjasama yang dimaksud adalah :
a. Penggunaa alat/barang menyampaikan kebutuhannya dengan jelas (Jumlah, apa, di
mana, dan untuk kapan)
a. Penggunaa alat/barang menyampaikan kebutuhannya dengan jelas (Jumlah, apa, di
mana, dan untuk kapan)
b.
kecekatan petugas gudang dalam memproses barang permintaan.
c.
bahwa harus ada suatu sistem distribusi yang tidak berbelit-belit.
5.
Penggunaan
Mengenai sitem penggunaan barang
inventaris, yang habis sekali pakai dan tidak habis sekali pakai.
6. Penghapusan
Inventaris milik suatu organisasi yang tergolong pada klasifikasi “Tidak habis sekali pakai” mengalami depresiasi nilai. Artinya semiakin lama semakin turun, meskipun ada pengecualian dalam hal ini seperti misalnya nilai tanah. Bahkan nilai barang/alat tersebut pada suatu ketika akan mencapai titik nol. Dalam prosedur penghapusan alat/barang tertentu perlu terlihat jelas :
Inventaris milik suatu organisasi yang tergolong pada klasifikasi “Tidak habis sekali pakai” mengalami depresiasi nilai. Artinya semiakin lama semakin turun, meskipun ada pengecualian dalam hal ini seperti misalnya nilai tanah. Bahkan nilai barang/alat tersebut pada suatu ketika akan mencapai titik nol. Dalam prosedur penghapusan alat/barang tertentu perlu terlihat jelas :
a. Siapa
yang berwenang yang memutuskan penghapusan barang
b. Bagaimana
bentuk pengapusan dilakukan
c. Teknik
depresiasi nilai alat/barang yang akan dihapus.
d. Manfaat
jika diadakan pelelangan.
BAB
VII
ADMINISTRASI
PERKANTORAN
Kerangka
dasar ilmu administrasi negara kiranya tidak akan lengkap apabila teori dan
konsep-konsep tentang administrasi perkantoran tidak dibahas pula. Dikatakan
demikian karena tidak ada satu organisasi formal apapun yang tidak memiliki
kantor sebagai wahana untuk mewadahi berbagai kegiatan yang diselenggarakannya.
Pemikiran orang biasanya segera
tertuju pada bangunan fisik tempat di mana berbagai kegiatan terselenggara akan
tetapi, tegasnya, segala aktivitas yang terjadi dalam satu kantor harus pula
dilihat kaitannya dengan seluruh upaya mencapai tujuan dan berbagai sasaran
yang diinginkan untuk dicapai. Untuk memahami administrasi perkantoran secara
tepat, dalam bab ini dibahas berbagai topik yang ada kaitannya dengan
perkantoran, yaitu :
1.
Pengertian administrasi dalam arti
sempit
2.
Peranan kantor dalam suatu organisasi
3.
Manajemen perkantoran
4.
Alat-alat kantor, dan
5.
Bentuk kantor di masa depan
1) Pengertian
administrasi dalam arti sempit
Dalam pengertian
sempit, Administrasi dikatan sebagai kegiatan-kegiatan ketata-usahaan yang
mencakup korespondensi, kesekretariatan, penyusunan laporan dan kearsipan. Akan
tetapi di kalangan para ahli disadari pula bahwa pengertian administrasi yang
sesungguhnya jauh lebih luas. Administrasi berarti keseluruhan proses
penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang didasarkan pada rasional tertentu oleh
dua orang atau lebih dalam rangka pencapaian suatu tujuan dengan menggunakan sarana
dan prasarana tertentu pula. Administrasi dalam arti sempit merupakan salah
satu komponen dari administrasi dalam arti luas.
2) Peranan
administrasi perkantoran
Meskipun kegiatan
administrasi perkantoran adalah penunjang, hal itu sama sekali tidak berarti
bahwa kegiatan tersebut kalah pentingnya dibandingkan fungsi utamanya.
Penekanan ini dirasakan penting karena tidak sedikit pimpinan organisasi yang
menganggap bahwa kegiatan administrasi perkantoran hanya menambah beban
organisasi dalam arti tenaga kerja dan pembiayaan dan tidak memberikan
kontribusi langsung ke arah tercapaianya tujuan. Administrasi perkantoran bisa
dianalogikan sebagai jantung yang memompa darah keseluruh tubuh, kalau jantung
tidak bekerja mengalirkan darah maka bagian tubuh akan lumpuh, jika dimasukkan
dalam konsep organisasi, administrasi sebagai jantung, administrasi memberikan
infomasi kepada seluruh elemen organisasi. Melalui informasi tersebut kemampuan
organisasi menjalankan fungsinya akan semakin meningkat.
3) Manajemen
kantor
Terdapat satuan kerja
yang tugas utamanya adalah menyelenggarakan kegiatan pengelolaan kantor. Satuan
kerja dipimpin oleh seorang yang bisa disebut manajer kantor. Manajer itulah
yang bertanggung jawab atas lancarnya segala kegiatan perkantoran bagi seluruh
organisasi dalam rangka pemberian dukungan terhadap pelaksanaan tugas pokok dan
tugas penunjang organisasi yang bersangkutan. Cakupan tugasnya yaitu menyangkut
prasarana fisik dan upaya pendukung kegiatan-kegiatan operasional.
a) Perihal prasarana fisik
Pengertian
awam mengenai suatu organisasi bermula dari bangunan fisik di mana organisasi
melaksanakan berbagai kegiatannya dan tidak dapat disangkal bahwa dalam
bangunan fisik itulah berbagai kegiatan dilakukan.
b) Perabotan kantor
Berbagai
perabot yang dibutuhkan dalam suatu kantor pada dasarnya dapat digolongak
menjadi tiga, yakni : yang berkaitan dengan pelaksanaa tugas pokok, untuk
kepentingan penerimaan tamu, dan perabot untuk kepentingan rekreasi.
c) Alat-alat kantor
yang
dimaksud alat alat kantor disini adalah bergabai peralatan yang diperlukan guna
penyelenggaraan kegiatan perkantoran, bukan peralatan yang digunakan dalam
menyelesaikan tugas pokok organisasi, seperti mesin-mesin di pabrik dan
sebagainya.
4) Kantor
masa depan
Banyak pakar yang memperkirakan kantor di masa depan akan lebih canggih dan sangat berbeda dari sekarang karena faktor perkembangan teknologi informasi yang terus berlangsung dengan pesat. Perkiraan yang akan terlihat di antaranya :
Banyak pakar yang memperkirakan kantor di masa depan akan lebih canggih dan sangat berbeda dari sekarang karena faktor perkembangan teknologi informasi yang terus berlangsung dengan pesat. Perkiraan yang akan terlihat di antaranya :
a) Makin
berkurangnya tenaga kerja yang berkarya di kantor, bukan karena semaki banyak
kegiatan perkantoran yang diambil alih oleh mesin melainkan akan terjadi
“Telecomputing” dalam arti seorang karyawan dapat menyelesaikan tugas kantornya
dirumah dan menyampaikan hasilnya dengan cara email.
b)
Kantor tanpa kertas, data dan informasi
diproses bisa melalui bentuk softcopy.
Akan
tetapi satu hal kiranya jelas yaitu bahwa bentuk kegiatan kantor bisa saja
berubah, tetapi adanya kantor sebagai “jantung” organisasi kiranya tidak akan
pernah hilang sama sekali. Karena itu perhatian tentang pentingnya pengelolaan
kantor tidak seharusnya berkurang.
Comments
Post a Comment