Rekuitmen Materi Manajemen Sumber Daya Manusia
BAB
I
PENDAHULUAN
Latar
belakang
Fokus
utama manajmen sumber daya manusia adalah memberikan kontribusi suksesnya
organisasi. Manajemen sumber daya manusia haruslah terdiri dari
aktifitas-aktifitas yang terkait. Aktivitas manajemen sumber daya manusia meliputi
antara lain : perencanaan dan analisis sumber daya manusia, kesetaraan
kesempatan bekerja, perekrutan pengembangan sumbar daya manusia, konpensasi dan
keuntungan, kesehatan, keselamatan dan keamanan, hubungan tenaga kerja dan
buruh (Mathis,Jackson,2001:12)
Sebelum
dapat mengisi sebuah lowongan kerja, organisasi haruslah terlebih dahulu
mencari orang-orang yang tidak hanya memenuhi syarat untuk posisi tersebut,
namun juga menginginkan pekerjaan. Sebuah organisasi memerlukan sejumlah tenaga
kerja dalam usaha mewujudkan eksistensinya, yang terarah pada pencapaian
tujuannya. Tenaga kerja tersebut berfungsi sebagai pelaksana pekerjaan yang
menjadi tugas pokok organisasi. Setelah diadakan perencanaan SDM, dan
analisis serta klasifikasi pekerjaan, maka langkah berikutnya adalah
meleksanakan rekrutman. Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan
menarik pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi atau
perusahaan. Maksud rekrutmen adalah untuk mendapat persediaan sebanyak mungkin
calon-calon pelamar sehingga organisasi atau perusahaan akan mempunyai
kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pilihan terhadap calon
pekerjaan yang dianggap memenuhi standar kualifikasi atau perusahaan. Proses
rekrutmen berlangsung mulai dari saat mencari pelamar hingga pengajuan lamaran
oleh pelamar.
Oleh
karena itulah rekrutmen sebagai salah satu kegiatan manajemen sumber daya
manusia tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan kegiatan dengan kegiatannya
yang lain. Dengan kata lain rekrutmen tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan
deskripsi dan spesifikasi pekerjaan atau jabatan sebagai hasil analisis
pekerjaan atau jabatan yang memberikan gambaran tentang tugas-tugas pokok yang
harus dikerjakan. Penyediaan tenaga kerja adalah merupakan upaya untuk mendapatkan
dan menghimpun, serta menyediakan tenaga kerja yang mempunyai kualitas dan
dapat bekerja secara efisien. Kegiatan penyediaan tenaga kerja dalam kehidupan
organisasi adalah bagian hal penting dalam sebuah organisasi, terutama manakala
terdapat tenaga kerja yang mempunyai kemampuan/keterampilan kerja yang kurang
menunjang bagi pelaksanaan organisasi.
Dalam
lingkup organisasi, penyediaan tenaga kerja (sumber daya manusia)dilakukan
secara maksimal, sehingga dapat diartikan sebagai usaha untuk menetapkan jumlah
dan mutu tenaga kerja (sumber daya manusia) yang akan digunakan dalam jangka
waktu tertentu. Jumlah tenaga kerja harus sesuai dengan perhitungan mutu dan
kebutuhan organisasi. Rekuitmen antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah
calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari
perusahaan mereka dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi
lowongan pekerjaan yang ada. Selain itu rekuitmen harus memenuhi kebutuhan para
caloh. Sebagai akibatnya, rekuitmen
tidak hanya menarik minat seseorang untuk bekerja pada perusahaan
tersebut, melainkan juga memperbesar kemungkinan untuk mempertahankan mereka
setelah bekerja. Jadi rekuitmen merupakan salah satu upaya penyediaan tenaga
kerja (sumber daya manusia) kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan pool
pelamar kerja yang memenuhi syarat.
Rumusan
masalah
Setelah
mendeskripsikan latar belakang di atas, akhirnya penulis menarik sebuah rumusan
masalah
1. Bagaimana
Pelaksanaan Rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) bagi sebuah organisasi?
2. Bagaimana
mencari sumber dan metode untuk mendapatkan pelamar?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Rekuitmen
Rekruitmen
(penarikan) adalah proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang
kualifaid untuk jabatan/pekerjaan utama di lingkungan suatu organisasi atau
perusahaan (Nawawi,2000:167). Berdasarkan pengertian tersebut bearti rukrutmen
merupakan langkah pertama dalam rangka menerima seseorang dalam proses
pengupahan. Melalui rekrutmen inilah kontak pertama kali diusahakan organisasi
atau perusahan untuk pegawai potensial, melalui rekrutmen inilah banyak
individu datang untuk mengenal organisasi dan yang ada pada akhirnya nanti
memutuskan ingin bekerja denganya atau tidak. suatu usaha rekrutmen yang
dirancang dan dimanage dengan baik akan menghasilkan pelamar yang berkualitas
baik dan sebaiknya yang terjadi apabila usaha ini dijalankan setengah-setengah.
Pegawai yang berkualitas tidak dapat dipilih apabila mereka tidak mengetahui
adanya lowongan pekerjaan sehingga tidak melamar. Dengan rekrut harus diushakan
bahwa orang-orang dengan kualitas tinggi mengetahui kesempatan kerja ini,
perusahaan atau organisasi perlu menyediakan informasi yang cukup mengenai
pekerjaan sehingga pelamar dapat memprertimbangkan kesesuaiannya dengan minat dan
kualifikasi mereka.
Haal
dan Goodale (dalam sukamti,1989:134) menegaskan bahwa rekrut adalah suatu
proses melalui mana lowongan pekerjaan didalam organisasi dengan jelas
dinyatakan dan calon pegawai didapatkan untuk mengisi lowongan pekerjaan itu.
Ditambahkan pula proses rekrut terdiri dari dua fase uatama yaitu:
1. untuk
memonitor perubahan lingkungan dan organisasi yang menimbulkan kebutuhan untuk
pegawai baru dan menetapkan pekerjaan-pekerjaan yang harus diisi dan tipe-tipe
pelamar yang diperlukan.
2. untuk
menyebarkan pada pelamar potensial bahwa ada lowongan pekerjaan, menarik mereka
untuk kesempatan itu, menyisikan pelamar yang kurang memenuhi kualifikasi yang
diperlukan.
Menurut
Simamora (2006:170) rekrutmen merupakan serangkaian aktifitas untuk mencari dan
memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan
yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan
kepagawaian. Aktivitas rekrutmen dimulai pada saat calon mulai dicari dan
berakhir tatkala lamaran mereka diserahkan. Melalui rekrutmen, individu yang
memiliki keahlian yang dibutuhkan didorong membuat lamaran untuk lowongan kerja
yang tersedia diperusahaan atau organisasi. Hasil rekrutmen adalah sekumpulan
pelamar kerja yang akan diseleksi untuk menjadi karyawan baru.
Rekrutmen
tidak hanya penting bagi organisasi saja, rekrutmen merupakan proses dua arah.
Pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apakah rasanya
bekerja didalam organisasi yang bersangkutan, organisasi juga sangat
menginginkan informasi yang akurat tentang seperti apakah pelamar jikalau kelak
dia diangkat jadi pegawai. Pelamar maupun organisasi saling berkirim sinyal
tentang hubungan kepegawaian. Para pelamar mununjukkan bahwa mereka adalah
calon-calon yang dan harus mendapat tawaran kerja, para pelamar juga mencoba
untuk meminta organisasi agar memberikan informasi guna menentukan apakah
mereka akan bergabung dengannya. Organisasi ingin menunjukkan bahwa mereka
merupakan tempat yang nyaman untuk bekerja, mereka ingin mendapat sinyal dari
para pelamar yang memberikan gambaran yang sejujurnya tentang nilai potensial
mereka kelak sebagai karyawan.
Dalam
sebuah organisasi/perusahaan terdapat beberapa macam sumber daya, antara lain
sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya finansial atau keuangan.
Sumber daya yang paling penting dalam sebuah organisasi adalah sumber daya
manusianya. Saat ini perusahaan telah memandang sumber daya manusia sebagai
faktor produksi, oleh sebab itu peran Sumber Daya Manusia (tenaga kerja) akan
semakin besar. Orang-orang yang menyediakan tenaga kerja, bakat kreativitas,
dan semangatnya bagi organisasi. Jadi beberapa diantara tugas yang paling
penting dari seorang manajer adalah menyeleksi, melatih dan mengembangkan
orang-orang yang akan membantu organisasi mencapai tujuannya. Tanpa orang yang
kompeten, pada tingkat manajerial, dan sesungguhnya pada setiap tingkatan,
perusahaan atau organisasi akan mengejar tujuan yang tidak tepat atau menemui
kesukaran dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Adapaun
tujuan umum rekrutmen adalah menyediakan suatu pool calon karyawan yang
memenuhi syarat bagi perusahaan. Sedangkan tujuan yang lebih spesifik antara
lain adalah :
a. Agar
konsisten dengan strategi, wawasan dan nilai perusahaan ( salah satu contoh
mengenai pengaruh karakteristik ini terhadap rekrutmen terdapat pada Chubb
Corporation dan American International Group ( AIG ).
b. Untuk
menentukan kebutuhan rekrutmen perusahaan dimasa sekarang dan masa mendatang berkaitan
dengan perubahan besar dalam perusahaan, perencanaan SDM, pekerjaan disain dan
analisa jabatan.
c. Untuk
meningkatkan pool calon karyawan yang memenuhi syarat seefisien mungkin.
d. Untuk
mendukung inisiatif perusahaan dalam mengelola tenaga kerja yang beragam.
e. Untuk
membantu meningkatkan keberhasilan seleksi dengan mengurangi calon karyawan
yang sudah jelas tidak memenuhi syarat atau yang selalu tinggi kualifikasinya.
f. Untuk
membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja.
g. Untuk
mengkoordinasikan upaya rekrutmen dengan program seleksi dan pelatihan.
h. Untuk
mengevaluasi efektif tidaknya berbagai teknik dan lokasi rekrutmen bagi semua
jenis pelamar kerja.
i. Untuk
memenuhi tanggung jawab perusahaan terhadap program-program tindakan alternatif
dan pertimbangan hokum dan social lainnya menurut komposisi tenaga kerja.
B.
Alasan-Alasan
Pasar Rekrutmen
Gomes
(2003:105) mengemukakan rekrutmen dilaksanakan oleh organisasi disebabkan
adanya lowongan dengan beraneka ragam alasan, yaitu:
1.
Berdirinya organisasi baru
2.
Adanya perluasan (ekspansi) kegiatan organisasi
3.
Terciptanya pekerjaan-pekerjaan dan kegiatan-kegiatan baru
4.
Adanya pekerjaan yang pindah ke organisasi lain
5.
Adanya pekerja yang berhenti, baik dengan hormat maupun tidak dengan hormat sebagai tindakan punitive
6.
Adanya pekerja yang berhenti karena memasuki usia pensiun, dan
7.
Adanya pekerja yang meninggal dunia.
Agar
kegiatan produktifitas disuatu organisasi tidak mengalami gangguan yang
diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti yang disebutkan diatas, maka
organisasi tersebut dengan cara merekrut tenaga kerja sesuai dengan
kebutuhannya.
C.
Teknik-Teknik
Rekrutmen
Teknik-teknik
rekrutmen baik disektor publik maupun swasta, dapat dilakukan melalui cara
disentralisasikan atau didesentralisasikan, tergantung kepada keaadan
(besarnya) organisasi, kebutuhan dan jumlah calon pekerja yanh hendak direkrut
(Gomes.2003:111)
1. Teknik
rekrutmen yang disentralisasikan
Jika
rekrutmen disentralisasikan,instansi yang mengelola sumber daya manusia itu
bertanggung jawab untuk meminta dari para manger akan perkiraan-perkiraan
periodik mengenai jumlah dan tipe pekerja-pekerja baru yang dibutuhkan diwaktu
akan datang. Instansi manajemen sumber daya manusia tingkat pusat akan mengeluarkan
pengumuman perihal lowongan kerja yang tersedia.untuk memenuhi peraturan
perundangan Affimartive Action yang menghendaki perwakilan proporsional maka
setiap pengumuman pekerjaan harus memasukkan informasi seperti:
a. jenis
pekerja, klasifikasi, dan besarnya gaji
b. lokasi
tugas (unit geografis dan organisasi)
c. gambaran
dari kewajiban-kewajiban kerja.
d. Kualifikasi
minimal
e. Tanggal
mulai kerja
f. Prosedur-prosedur
pelamaran,
g. Tanggal
penutup bagi
Waktu
pengumuman antara pekerjaan yang sifatnya teknis dan juru tulis, dan pekerjaan
yang sifatnya manajerial, yang membutuhkan keahlian-keahlian tertentu, biasanya
lebih lama waktunya, supaya para pelamar bisa mempelajari lowongan kerja
tersebut dan punya waktu yang cukup untuk mempertimbangkan dan menyerahkan
lamarannya.
2. Teknik
rekrutmen yang didesentralisasikan
Teknik
rekrutmen yang didesentralisasikan terjadi di instansi-instansi yang relatif
kecil, kebutuhan-kebutuhan rekrutmen terbatas, dan dalam mana setiap instansi
memperkejakan berbagai tipe pekerja. Rekrutmen dengan cara ini selalu
dipakai untuk posisi khas professional, ilmiah, atau administratif bagi
suatu instansi tertentu . instansi-instansi secara sendiri-sendiri biasanya
lebih memilih rekrutmen yang didesentralisasikan karena mereka akan secara
langsung mengendalikan proses rekrutmennya.
Beberapa
instansi menggunakan dari dua jenis rekrutmen, baik yang disentralisasikan
maupun yang didesentralisasikan. Berarti pengendaliannya lebih ketat, dan pada
waktu bersamaan akan memberikan kepada instansi-instansi kesempatan melakukan
rekrutmen yang lebih tepat waktu dan lebih fleksibal.
D.
Proses
Rekrutmen
Proses
rekrutmen dapat dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu:
1. Teori
rekrutmen “pencarian” (prospecting theory of recruitment)
Menurut
teori ini rekrutmen dapat dilakukan sebagai sebuah proses satu arah (one-way
process) yang dilakukan oleh perusahaan untuk mencari calon karyawan.
2. Teori
rekrutmen “pasangan” (mating theory of recruitment)
Teori
ini mengemukakan bahwa calon karyawan maupun menejer sama-sama mencari
organisasi, sebagaimana organisasi mencari mereka.
Agar
pencarian organisasi dan pelamar dapat bertemu, terdapat tiga kondisi yang
harus terpenuhi yaitu:
1. Adanya
sebuah media komunikasi
2. Adanya
kecocokan dari pelamar antara karakteristik pribadinya dengan persyaratan kerja
organisasi
3. Adanya
motovasi untuk melamar.
Menurut
Simamora (2006:179) mengemukakan proses rekrutmen terdiri dari:
1. Penyusunan
strategi rekrutmen
2. Pencarian
para pelamar pekerja
3. Penyisihan
pelamar-pelamar yang tidak cocok
4. Pengumpulan
para pelamar
E.
Sumber
Rekrutmen
1. Rekrutmen
Internal
Mengisi
posisi yang lowong dengan calon dari dalam memiliki banyak keuntungan. Pertama,
sebenarnya tidak ada penggantian untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan
seorang calon. Karenanya seringkali lebih aman untuk mempromosikan karyawan
dari dalam. Calon dari jalan juga mungkin lebih berkomitmen kepada perusahaan
kandidat dari dalam juga membutuhkan lebih sedikit prientasi dan pelatihan dari
pada kandidat dari luar (Dessler,2003:111)
Sumber-sumber
internal meliputi karyawan yang ada sekarang yang dapat dicalonkan untuk
dipromosikan, dipindahtugaskan atau diretasi tugasnya, serta mantan karyawan
yang bisa dikaryakan dipanggil kembali (Schuer & Jakson,1996:232)
Untuk
melakukan rekrutmen internal kegiatan yang populer dan banyak digunakan
diantaranya adalah (Nawawi,2000:175) :
a) Rencana
suksesi
Rekrutmen
ini merupakan kegiatan yang difokuskan pada usaha mempersiapkan pekerja untuk
mengisi posisi-posisi eksekutif. Program yang sangat strategis bagi sebuah
organisasi/perusahaan, ini pada umumnya diselemggarakan secara informal. Untuk
itu perlu dilakukan identifikasi para pekerja untuk mendapatkan yang memiliki
potensi tinggi dalam bidang bisnis. Pekerja itu diberi kesempatan memperoleh
kesempatan setingkat eksekutif, baik sebagai pelatihan atau melalui pengalaman
langsung yang berdampak untuk pengembangan karier, maupun untuk menguji
kemampuannya sebelum menempati posisi penting dilingkungan organisasi/perusahaan.
b) Penawaran
terbuka untuk satu jabatan (job posting)
Rekrutmen
terbuka ini merupakan sistem mencari pekerja yang berkemampuan tinggi untuk
mengisi jabatan yang kosong, dengan memberikan kesempatan pada semua pekerja
yang berminat. Semua pekerja yang berminat untuk mengisi jabatan untuk
menyampaikan permohonan untuk mengikuti seleksi intrn. Cara ini baik untuk
mengisi kekosongan eksekutif tingkat bawah, guna menghindari penempatan yang
bersifat subyektif.
c) Perbantuan
pekerja
Rekrutmen
internal dapat dilakukan melalui perbantuan pekerja untuk suatu jabatan dari
unit kerja lain (pekerja yang ada). Kemudian setelah selang beberapa waktu
lamanya apabila pekerja yang diperbantukan merupakan calon yang
cocok/tepat dan sukses, maka dapat diangkat untuk mengisi jabatan yang kosong
tersebut. Perbantuan pekrja ini merupakan sumber tenaga kerja intern yang
penting untuk semua tingkatan jabatan, karena merupakan pekerja yang sudah
mengenal secara baik organisasi/perusahaan tempatnya bekerja. Untuk itu
pembayaran upah harus sesuai dengan jabatan baru serta insentif-insentif
lainnya, agar motivasi untuk bekerja secara efektif dan efisien cukup tinggi.
d) Kelompok
pekerja sementara
Kelompok
pekerja sementara (temporer) adalah sejumlah tenaga kerja yang
diperkerjakan dan diupah menurut keperluan, dengan memperhitungkan jumlah jam
atau hari kerja. Salah satu diantaranya adalah dengan sistem kontrak, yang akan
diakhiri jika masa kontrak selesai.
e) Promosi
dan pemindahan
Rekrutmen
yang paling banyak dilakukan adalah promosi untuk mengisi bersifat horizontal.
Kekosongan pada jabatan yang lebih tinggi yang diambil dari pekerja yang
jabatanya lebih rendah. Disamping itu terdapat pula kegiatannya dalam bentuk
memindahkan pekerja dari satu jabatan ke jabatan yang lain yang sama jenjangnya.
Dengan kata lain promosi bersifat vertikal, sedang pemindahan.
.
2. Rekrutmen
Eksternal
Perusahaan
tidak selalu bisa mendapatkan semua karyawan yang mereka butuhkan dari staf
yang ada sekaarang, dan terkadang mereka juga tidak ingin. Rekrutmen ekstenal
adalah proses mendapatkan tenaga kerja dari pasar tenaga kerja di luar
organisasi atau perusahaan. Sumber rekrutmen eksternal meliputi
individu-individu yang saat ini bukan merupakan anggota organisasi. Manfaat
terbesar rekrutmen eksternal adalah bahwa jumlah pelamar yang lebih banyak
dapat direkrut. Hal ini tentunya mengarah kepada kelompok pelamar yang lebih
besar dan kompeten daripada yang normalnya dapat direkrut secara internal.
Pelamar dari luar tentu membawa ide, teknik kerja, metode produksi, atau
pelatihan yang baru ke dalam organisasi yang nantinya akan menghasilkan wawasan
baru kedalam profitabilitas. Setiap organisasi atau perusahaan secara periodik
memerlukan tenaga kerja dari pasar tenaga kerja diluar organisasi atau
perusahaan. Pasar tenaga kerja merupakan sumber tenaga kerja yang sangat
berpariasi. Beberapa bentuknya adalah (Nawawi,2000:178)
a. Hubungan
denga universitas
Universitas
atau perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang bertugas menghasilkan
tenaga kerja sesuai dengan lapangan kerja yang terdapat dimasyarakat. Dengan
demikian berarti universitas merupakan sumber tenaga kerja yang dapat
dimafaatkan oleh organisasi atau perusahaan, untuk mengisi jabatan dibidang
bisnis/produk lini dan jabatan penunjangnya.
b. Eksekutif
mencari perusahaan
Sering
terjadi sebuah perusahaan memerlukan eksekutif senior untuk mengisi jabatan
penting, dengan menawarkan upah/gaji yang kompetetif dibandingkan dengan
perusahaan sejenis sebagai pesaingnya. Rekrutmen tersebut jika sulit dipenuhi,
sekurang-kurangnya perusahaan dapat mengangkat konsultan ahli, yang dapat
diperoleh diberbagai lembaga, khususnya peruruan tinggi. Rekrutmen ini jika
dibandingkan dengan cara lain, ternyata relatif mahal.dengan pengangkatan
konsultan, pembiayaan dapat lebih ditekan karena dapat dibatasi waktunya dalam
penetapan perjanjian.
c. Agen
tenaga kerja
Rekrutmen
eksternal lainnya dapat dilakukan melalui agen tenaga kerja, yang memiliki
calon dengan berbagai kualifikasi dan kualitasnya. Untuk itu
organisasi/perusahaan hanya menyampaikan karekteristik calon yang diinginkan.
Organisasi/perusahaan membayar agen apabila ternyata calon yang diajukan
disetujui dan diangkat sebagai eksekutif.
d. Rekrutmen
dengan advertensi
Rekrutmen
eksternal dapat dilakukan dengan cara mengadventasikan tenaga kerja yang
diperlukan. Untuk keperluan itu dapat dipergunakan surat kabar lokal, termasuk
majalahk,radio dan televisi, bahkan melalui surat yang disampaikan secara
langsung pada calon.
Bentuk
lain rekrutmen yang dapat digunakan adlah sebagai berikut:
a) Teman/famili
pekerja
Cara
ini adalah memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mencalonkan seseorang
yang dikenalnya, dengan ketentuan harus melalui seleksi agar memperoleh tenaga
kerja yang kualifaid, cara ini disebut juga “rekrutmen dari mulut ke mulut”
yang mungkin merupakan rekrutmen internal dan mungkin pula bersifat eksternal.
b) Kantor
penempatan tenaga kerja
Di
Indonesia dalam rangka menyalurkan tenaga kerja yang sangat besar jumlahnya,
ternyata pemerintah ikut berperan aktif dalam membantu pencari kerja untuk
mendapatkan pekerjaan. Untuk itu organisasi/perusahaan dapat meminta bantuan
atau bekerja sama dalam merekrut tenaga kerja baru melalui daftar tunggu
pencari kerja. Setiap calon dipanggil untuk mengikuti seleksi, agar diperoleh
tenaga kerja yang kompetetif.
c) Balai
latihan keterampilan
Balai
latihan keterampilan bertugas membantu pencari kerja untuk memeperoleh
keterampilan kerja tertentu. Dari balai ini dapat diperoleh sejumlah calon yang
direkomendasi, namun jika jumlahnya melebihi kebutuhan dapat dan perlu pula
diseleksi melalui proses yang obyektif.
d) Organisasi
profesional
Sebuah
organisasi/perusahaan tidak mustahil untuk meminta bantuan atau bekerjasama
dengan organisasi profesional yang relevan, dalam usaha merekrut tenaga kerja
yang kualifaid.
Berdasarkan
uraian diatas, masing-masing sumber rekrutmen baik sumber intenal maupun sumber
eksternal mempunyai keuntungandan kelemahan, seperti yang dikemukakan oleh
Schuler dan Jackson (2006:239) sebagai berikut:
Sumber
internal
Keuntungan
meliputi:
1. Semangat
kerja yang lebih baik
2. Penilaian
kemampuan yang lebih baik
3. Biaya
lebih rendah untuk lowongan tertentu
4. Motivasi
yang lebih tinggi untuk berkinerja lebih baik
5. Pengisian
lowongan lebih cepat
Kerugianya,
meliputi:
1. Rasa
lekat pada lingkungan lama yang sudah diakrabi
2. Menimbulkan
masalah semangat kerja bagi yang tidak dipromosikan
3. Menimbulkan
pertikaian politik promosi
4. kebutuhan
akan program pengembangan managemen dan pelatiha yang mendesak
5. Menghambat
ide-ide baru
Sumber
eksternal
Keuntungannya
meliputi :
1. “darah
baru” perspektif baru
2. Biaya
yang lebih rendah daripada melatih seorang professional
3. Tidak
ada kelompok politik yang beraliansi dalam organisasi
4. Kemungkinan
membawa rahasia pesaing wawasan baru
5. Membantu
memenuhi kebutuhan kesempatan kerja sama
Kerugian,
meliputi:
1. Kemungkinan
memilih orang yang tidak cocok, akan menimbulkan masalah semangat kerja bagi
calon karyawan internal yang tidak terpillih
2. Penyesuaian
atau orientasi memerlukan waktu yang sama
3. Kemungkinan
membawa perilaku lama yang kurang baik
.
Formulir
lamaran
Formulir
lamaran dirancang sendiri oelh organisasi/perusahaan dalam rangka menggali
berbagai macam informasi dari para pelamar sesuai dengan kebutuhan organisasi/perusahaan
tersebut. Menurut Siagan (2006:126) secara umum formulir lamaran dapat
menggali informasi tentang delapan hal, yaitu:
1. Data
pribadi,
2. Status
pelamar,
3. Keahlian
dan keterampilan,
4. Riwayat
pengalaman,
5. Latar
belakang kemiliteran,
6. Piagam
penghargaan,
7. Kegemaran
atau hobi, dan
8. Referensi
Data
pribadi, digunakan untuk mempermudah pengenalan diri pelamar, khususnya yang
berkaitan dengan pekerjaan. Data-data tersebut meliputi nama lengkap , alamat
tempat tinggal, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan,
jumlah tanggungan, penyakit yang pernah diderita dan sebagainya.
Status
pelamar, menanyakan apakah yang bersangkutan sekarang bekerja atau tidak,
tujuan melamar, kesiapan mulai bekerja apabila diterima, jenis pekerjaan/jabatan
yang dilamarnya, bersedia ditempatkan dimana saja, jumlah imbalan yang
diharapkan dan sebagainya.
Keahlian
dan keterampilan, untuk lebih memudahkan dalam menempatkan para pelamar sesuai
dengan pengetahuan dan keterampilannya. Informasi yang perlu digali meliputi:
(1) tingkat pendidikan tertinggi yang pernah dicapai, (2) nama-nama dan alamat
sekolah yang pernah dimasuki, (3) pelatihan yang pernah diikuti, (4) keahlian
atau keterampilan khusus yang dimiliki, dan sebagainya.
Riwayat
kpenglaman, untuk mengetahui apakah pelamar adalah seorang yang dapat
diharapkan meriti karir di organisasi yang bersangkutan atau senang
berpindah-pindah. Data yang diperlukan meliputi nama dan organisasi yang
memperkerjakannya, lamanya bekerja, literatur jabatan, sifat dan jenis
pekerjaan, gaji permulaan, dan gaji terakhir. Kegemaran atau hobi, akan
digunakan oleh perusahaan sebagai sarana mendekatkan dengan para relasi,
melalui kegemaran atau hobi dari para relasinya tersebut.
Referensi, pelamar
diminta memberikan beberapa nama, alamat, pekerjaan dan jabatan orang-orang
tertentu yang mengenal pelamar dengan baik. Mengenal dengan baik artinya
orang-orang tersebut dapat memberikan informasi yang factual dan obyektif
mengenai diri pelamar, kepribadiaanya, sifat-sifatnya, kemauannya dan informasi
lain ynag dianggap relevan.
F.
Kendala-kendala
rekrutmen
Kiranya
perlu ditekankan terlebih dahulu bahwa dalam menjalankan tugasnya mencari
calon-calon pegawai, para pencari tenaga kerja suatu organisasi harus menyadari
bahwa menghadapi berbagai kendala.kendla-kendala ini muncul dari organisasi
yang bersangkutan sendiri, kebiasaan mencari tenaga kerja sendiri, dan
faktor-faktor eksternal yang bersumber dari lingkungan dimana organisasi
bergerak ( Siagian, 2006:104)
faktor-faktor
organisasional
beberapa
kebijaksanaan yang meungkin menjadi kendala dalam proses rekrutmen antara lain:
kebijaksanaan
promosi dari dalam.dengan kebijaksanaan ini lowongan-lowomgan yang ada diisi
oleh para pekerja yang sudah menjadi karyawan organisasi, tentunya para pencari
tenaga tidak usah lagi mencari sumber-sumber tenaga diluar organisasi. Sehingga
kemungkinan memperoleh tenege baru dengan pandangan baru ,pendekatan baru,
keahlian, dan keterampilan baru sangat terbatas.
Kebijaksanaan
tentang imbalan. Dengan kebijaksanaan ini para pencari tenaga kerjabaru hanya
dapat menawarkan tingkat penghasilan tertentu kepada para pelamar berdasarkan
kebijaksanaan yang berlaku bagi organisasi.
Kebijaksanaan
tentang status kepegawaian.maksud dari kebijaksanaan ini ialah ketentuan
tentang apakah para pegawai harus bekerja penuh bagi organisasi ataukah
dimungkinkan bekerja separuh waktu. Dengan kebijaksanaan seperti ini para
pencari tenaga kerja hanya mencari pelamar yang bersedia bekerja secara purna
waktu bagi organisasi yang akan memperkerjakannya. Rencana sumber daya manusia.
Rencana ini memberi petunjuk tentang lowongan yang bagaimana sifatnya yang
diisi dari dalam dan lowongan yang bagaimana akan diisi melalui rekrutmen dari
luar. Dengan rencana demikian akan membatasi langkah dan tindakan para pencari
tenaga kerja, mereka harus mematuhi apa yang telah ditetapkan.
Kebiasaan
pencari tenaga kerja
Para pencari
tenaga kerja mungkin saja sudah mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu. Segi
negatif dari kebiasaan, yang merupakan kendaka dalam proses rekrutmen ialah
kecenderungan berbuat kesalahan yang sama terutama apabila kesalahan yang
pernah dibuat tidak mempunyai dampak negatif kuat bagi organisasi.
Kondisi
eksternal
Tingkat
pengangguran. Ketiak tingkat pengangguran tinggi, para pencari tenaga
kerja dapat bertindak lebih selektif karena banyaknya pelamar. Sebaiknya,
ketika tingkat pengngguran rendah, pencari tenaga kerja tidak tepat kalau ”jual
mahal” karena pencari pekerja tidak terlalu sulituntuk memperoleh pekerjaan
yang sesuai dengan pendidikan, pelatihan dan pengalamannya.
Kedudukan
organisasi pencari tenaga kerja baru dengan organisasi laimn yang bergerak
dibidang kegiatan yang sama atau menghasilkan barang dan jasa
sejenis. Analisis tentang kedudukan relatif suatu organisasi turut
menetukan sikap para pencari tenaga kerja dalam menyelenggarakan rekrutmen.
Langka
tindaknya keahlian atau keterampilan terentu. Dipasaran kerja,tersedia
tidaknya orang memeilih pengetahuan dan keterampilan tertentu itu tidaklah konstan,
bisa saja suatu ketika terjadi kelangkaan orang yang memeilki keahlian
tertentu. Dengan demikian sikap dan tindakan para pencari tenaga kerja baru
berbeda dibandingkan jika tidak menghadapi suasana kelangkaan.
Proyeksi
angkatan kerja pada umumnya. Hal ini berkaitan dengan berbagai faktor
demografi, seperti laju pertumbuhan penduduk, dari nsegi jenis kelamin, jumlah
dan jenis keluaran lembaga pendidikan. Dari proyeksi tersebut para pencari
tenaga kerja dapat memperkirakan apakah jumlah pelamar akan banyak dan dengan
kualifikasi yang bagaimana.
Peraturan
perundang-undangan dibidang ketenegakerjaan. Berbagai peraturan
perundang-undngan merupakan faktor eksternal yang harus diperhitungkan dan di
taati misalnya, ketentuan mengenai upah minimim, upah lembur, ketentuan
memeperkerjakan wanita dalam persentase tertentu, hak cuti pegawai.
Praktek
rekrutmen oleh organisasi lain. Kondisi ideal dalam dunia keniagaan ialah
apabila semua organisasi menerapkan norma-norma etika yang telah disepakati
bersama. Akan tetapi dalam kenyataan tidak selalu demikian, banyak
praktek-praktek pengelolaan organisasi, termasuk rekrutmen yang melanggar
norma-norma etika.
Tuntutan
tugas yang kelak akan dikerjakan oleh para pekerja baru. Peranan informasi
tentang analisis pekerjaan adalah sangat penting, dengan informasi ini para
pencari kerja tidak lagi semata-mata berpedoman kepada keinginan manajer yang
akan memperkerjakan tenaga baru itu kelak, tetapi msudah memperhitungkan
faktor-faktor lain yang memang harus diperhitungkan.
Berbagai
kendala yang mugkin dihadapi dalam merekrut tenega kerja baru harus
dipertimbangkan secara matang, dengan demikian waktu, tenaga da biaya yang
dikeluarkan sepadan dengan hasil yang dicapai, yaitu tersedianya tenaga kerja
baru yang memenuhi berbagai persyaratan dan tuntutan tugas yang akan
dilaksanakan.
.
BAB
III
PENUTUP
Agar
produktifitas dalam suatu organisasi/perusahaan, diperlukan sejumlah pegawai
atau karyawan yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam memenuhi kebutuhan
pegawai/perusahaan tersebut dapat dilakukan dengan cara rekrutmen. Rekrutmen
adalah serangkaian aktifitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi,
kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan untuk menutupi kekurangan
yang didentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Aktivitas rekrutmen dimulai
calon mulai dicari dan berakhir pada saat lamaran mereka serahkan.
Berbagai
alasan yang mendasar dilakukannya kegiatan rekrutmen adalah berdirinya
organisasi baru, adanya kegiatan ekspansi, adanya pekerja yang mutasi/pindah ke
organisasi lain, adanya pekerja yang berhenti baik tidak hormat atau pensiun
dan karena adanya pegawai yang meniggal dunia. Teknik rekrutmen dapat dilakukan
melalui dua cara, yaitu (1) teknik rekrutmen yang disentralisasikan dan (2)
teknik reekrutmen yang didesentralisasikan. Sedangakan proses rekrutmen
meliputin kegiatan-kegiatan : penyusunan strategi rekrutmen, pencarian para
pelamar kerja, penyisihan pelamar-pelamar yang tidak cocok dan pengumpilan para
pelamar.
Sumber
rekrutmen dalam mengisi posisi jabatan yang kosong berasak dari sumber internal
dan eksternal. Sumber internal terdii dari rencana suksesi, penawaran terbuaka
untuk suatu jabatan (job posting),perbantuan pekerja, kelompok kerja sementara,
dan promosi dan pemindahan. Sedangkan sumber eksternal, meliputi hubungan
dengan Unuvesitas , agen tenaga kerja, rekrutmen, engan advertensi, balai
latihan keterapilan dan organisasi profesional. Berbagai kendala yang dijumpai
dalam rekrutmen adalah dari organisasi yang bersangkutan sendir, kebiasaan
pencari tenaga kerja sendiri, dan faktor-faktor eksternal yang bersumber dari
lingkungan dimana organisasi bergerak.
DAFTAR
PUSTAKA
Handoko,
T. Hani (2001). Manajemen personalia dan sumber daya manusia.Yogyakarta :
BPFE
Nawawi,
H. Hadari (2000). Manajemen sumber daya manusia . Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press
S.
Schuller, Randall dkk. (1997). Manajemen
sumber daya manusia:Menghadapi abad ke 21.Jakarta: Erlangga
Siagian,
Sondang P. (2006). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta : PT Bumi Aksara
Simmamora,
Henry (2006). Manajemen sumber daya manusia . Yogyakarta : STIE YKPN
Sukamti,
Umi. (1989). Manajeman personalia/sumber daya manusia. Jakarta : Depdikbud
Ditjend PPLPTK
Comments
Post a Comment