“SERUNI” PAGUYUBAN PARA BURUH MIGRAN
“SERUNI”
PAGUYUBAN PARA BURUH MIGRAN
Disusun
untuk memenuhi salah satu tugas
Mata
Kuliah Hubungan Manusia dalam organisasi
Disusun Oleh :
![]() |
| Rosawati (F1B010001) |
![]() |
| Erna Fitriyani S.(F1B010019) |
Universitas jenderal soedirman
fakultas ilmu sosial dan ilmu politik
jurusan ilmu administrasi negara
2012
******
“SERUNI”
PAGUYUBAN
PARA BURUH MIGRAN
A. Latar
Belakang
Dalam tugas mata kuliah Hubungan Manusia
Dalam Orgnisasi ini kami mengambil permasalahan mengenai Organisasi TKI Buruh
Migran atau orang sekitar sering menyebutnya dengan Paguyuban Buruh Migran.
Kami tertarik untuk mengangkat permasalahan buruh migran kerena organisasi ini
berbentuk informal dan eksistensinya tidak terlalu diekspos media. Selain itu
organisasi ini membantu para buruh migran yang
bekerja di luar negeri yang
memiliki masalah.
Kenyataan pada saat ini negara memang
belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Negara dapat dikatakan
gagal dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga negara sehingga
menyebabkan banyak warga negara
Indonesia sendiri yang ingin mengadu nasib ke luar negeri. Ada yang ilegal dan
legal. Karena persyaratan yang rumit dan mahal, banyak pula para calon TKI yang
memilih jalan yang ilegal. Carut marut dunia perburuh-migranan Indonesia
memunculkan organisasi-organisasi perjuangan buruh di berbagai daerah.
Salah
satu organisasi yang peduli dengan nasib para buruh migran yaitu paguyuban “Seruni”. Organisasi
Seruni berdiri pada tanggal 11 Juni 2008. Organisasi ini didirikan oleh seorang
mantan buruh migran yang pernah bekerja di Negara Hongkong. Beliau bernama Lili Purwati. Saudara Lili pernah
bekerja menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Hongkong selama tujuh bulan.
Kemudian kembali lagi ke Indonesia karena ada masalah tertentu dan akhirnya
mengilhami dirinnya untuk mendirikan sebuah paguyubuan dengan komunitas
para mantan buruh migran. LSM Seruni ini
berada di Desa Datar RT 01 RW 03 Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa
Tengah.
B. Bentuk
dan Urgensi Organisasi
Organisasi Seruni paguyuban peduli buruh
migran dan perempuan yang kami teliti adalah organisasi informal yang memiliki
urgensi sebagai pusat informasi Buruh Migran Indonesia, konseling dan
pendampingan bagi Buruh Migran Indonesia, pengorganisasian serta peningkatan
kapasitasnya.
Seruni “Paguyuban peduli buruh migran
dan perempuan” didirikan atas inisiatif para mantan buruh migran, keluarga
buruh migran, dan masyarakat yang peduli terhadap persoalan buruh migran dan
perempuan. Alasan SERUNI dibentuk didasari oleh rasa keprihatinan akan berbagai
masalah yang menimpa buruh migran dan keluarganya serta perempuan yang seolah
tiada henti dan memang tiada henti.
C.
Sifat Keanggotaan
Sifat keanggotaan Seruni sendiri adalah
tidak terikat, artinya siapa saja bisa bergabung dan berpatisipasi dalam rangka
peningkatan mutu sumber daya manusia Buruh Migran Indonesia dan Perempuan.
Anggota
Seruni bisa merupakan calon buruh migran, buruh migran, maupun mantan buruh
migran. Seruni juga memiliki beberapa kegiatan yang dapat memberdayakan para
anggotanya.
D. Struktur
Organisasi
SERUNI
E. Visi,
Misi, Tujuan, dan Program Kerja Organisasi
Ø Visi
Seruni :
Terciptanya
perubahan pola pikir masyarakat agar menjadi lebih kritis, mandiri, dan dapat
melakukan swabela.
Ø Misi
Seruni :
1. Sebagai
tempat untuk memupuk solidaritas dan persatuan buruh migran dan perempuan.
2. Ikut
berpartisipasi dalam pembentukan kepribadian.
Ø Paguyuban Seruni mempunyai
tujuan :
1. Sebagai
wadah perhimpunan calon buruh migran yang peduli terhadap buruh migran dan
perempuan.
2. Meningktan
kapasitas calon buruh migran, mantan buruh migran, dan anggota keluarganya.
3. Menumbuhkan
kesadaran kritis masyarakat khususnya perempuan dan buruh migran.
4. Memberikan
informasi tentang cara bermigrasi yang benar, aman, dan mandiri.
5. Sebagai
tempat pelatihan dan pengembangan potensi dalam berorganisasi.
6. Memberikan
pendamping/konseling terhadap perempuan, calon buruh migran, mantan buruh
migran, dan keluarga buruh migran yang bermasalah.
7. Membantu
mempersiapkan keterampilan disesuaikan minta dan bakat untuk mendorong
peningkatan kesejahtaraan taraf hidup perekonomian.
Ø Seruni
memiliki program kerja sebagai berikut :
1. Bekerjasama
dengan instansi terkait, akademisi, dan elemen masyarakat luas untuk
mengumpulkan dan menyebarkan informasi tentang BMI/TKI.
2. Mengadakan
pelatihan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM (pengorganisasian, public
speaking, komputer, dan bahasa inggris).
3. Mengadakan
pelatihan pelatihan keterampilan guna meningkatkan taraf hidup dalam
perekonomian.
4. Membangun
dan mengembangkan jaringan kerja di dalam maupun di luar negeri.
5. Mengupayakan
perlindungan terhadap buruh migran dan perempuan.
F.
Jenis Kegiatan Organisasi
Yang
telah dan akan dilakukan SERUNI :
- Pengorganisasian
- Pendampingan
kasus
- Sosialisasi
(penyebaran informasi tentang buruh migran dan perempuan)
- Membangun
jaringan kerja di dalam negeri dan di luar negeri.
- Mengadakan
pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM.
- Mendirikan
Community Technology Center (CTC)*.
- Mengikuti
seminar, workshop, pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh pemerintah pusat
serta daerah dan lembaga non pemerintah.
- Mengadakan
pelatihan keterampilan.
*CTC
(Community Technology Centre) adalah program pengenalan teknoologi informasi
kepada komunitas, khususnya mantan BMI, calon BMI, dan keluarga BMI.
Banyumas sebagai basis buruh migran atau
yang dikenal dengan istilah TKI, oleh karena itu kebutuhan akan akses teknologi
informasi sudah mulai terasa. Paling tidak jarak yang dipisahkan lautan bisa
dijembatani lewat komunikasi yang bisa diakses dengan harga murah melalui
teknologi informasi. Dengan internet, informasi tersebut bisa diakses secara
mudah, murah, dan fleksibel, tidak perlu menunggu adanya sosialisasi dari pihak-pihak
tertentu yang mempunyai dana anggaran.
CTC SERUNI memberikan bekal pengetahuan
dan keterampilan bagi kelompok potensial calon buruh migran agar memiliki
banyak pilihan dalam menentukan pekerjaannya. Selain itu, jika kelompok ini
tetap memutuskan menjadi buruh migran akan memiliki daya saing dan daya tawar
yang kuat (competitive advantage) yang berdampak positif bagi tingkat
kesejahteraannya. Menciptakan peluang kerja baru bagi para mantan buruh migran
usia produktif untuk membangun perekonomian keluarga secara mandiri di desanya
tanpa harus bergantung peluang kerja di luar negeri. Program CTC merupakan
hasil kerjasama dan dukungan dari PT. Microsoft Indonesia dan Yayasan Tifa. CTC
dilengkapi dengan fasilitas komputer dan internet, scanner, dan printer.
G. Fenomena
yang Menarik
Fenomena yang menarik adalah SERUNI memperjuangkan
usulan agar anggaran TKI ditambah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Kabupaten Banyumas melalui fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P),
SERUNI senantiasa menyambangi desa-desa di kantor buruh migran, terutama di
Kabupaten Banyumas. Banyak hal menarik setiap kali bertatap muka dengan warga,
baik itu mantan BMI maupun keluarga BMI; Paguyuban Perlindungan Buruh Migran
dan Perempuan SERUNI Banyumas melakukan koordinasi dengan pelbagai pihak guna
menanganani kasus Admini, TKI asal Banyumas yang putus kontak dengan keluarga
selama 9 tahun; Ada 21 kasus Buruh Migran Indonesia (BMI)
Banyumas yang masuk Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan SERUNI
sepanjang tahun 2011. Dari 21 kasus tersebut, terbagi menjadi tiga macam kasus
yaitu gaji tidak dibayar, meninggal dunia, dan hilang kontak.
Paguyuban
Seruni juga melakukan pemberdayaan bagi para anggotanya dengan memberikan
beberapa keterampilan, seperti keterampilan membuat keset, menggunakan
komputer, dan lain sebagainya. Meskipun banyak keterampilan yang diajarkan,
namun keterampilan yang hingga sekarang terus berkembang adalah pembuatan
keset. Keset-keset hasil kerajinan tersebut akan dijual ke beberapa minimarket
(seperti HERO, purwokerto). Bahkan Seruni juga sempat mendapat tawaran eksport
keset ke Australia. Sayangnya, tawaran tersebut belum bisa dilaksanakan karena
keterbatasan waktu, tenaga, dan keahlian. Australia menghendaki eksport 200
buah keset per minggu, sedangkan seruni baru mampu membuat kurang lebih 10
keset dalam seminggu.
Untuk para
calon buruh migran yang ingin bekerja di luar negeri, Seruni juga memberikan
pengarahan tentang kondisi negara yang ingin dikunjungi, dan juga dapat
mengajarkan bahasa sehari-hari yang digunakan di negara tujuan. Hal tersebut
tentunya akan sangat bermanfaat apabila calon buruh migrant tersebut berada di
negara tujuannya.







Comments
Post a Comment