Orang-Orang Bawah Sadar

Belum terlalu terlambat untuk sebuah kata RINDU.

Sejak semalam aku dibuat gemetar oleh kata-kata ini. Entah karena seseorang yang memang pernah ada menaungi jalan khayalku ataukah memang aku haus kerinduan.
entahlah, aku tak mau berpikir apapun, yang terpenting sekarang adalah dia merindukanku. Rindu mendengar suaraku lagi, canda, dan tawaku.


                           



Obrolan hingga larut malam itu masih terngiang hingga saat ini...
aku tak bisa menampikkan perasaan yang lalu pernah ada, tak bisa menguapkan kerinduan seenaknya. aku tak mau berharap sedikitpun!!!!
sedikit bahagia aku ada dibayangan bawah sadar anda malam ini.
aku akan menanti panggilan telepon darimu hingga kapanpun.
setelah 2 mata kuliah yang membosankan akhirnya tiba ia menelponku. masih bahasa yang dahulu, masih suara yang dahulu yang ku dengar, masih desahan nafas yang dahulu ku dengar.
Oh Tuhan, bunuh saja aku jika memang berdosa tlah menginginkannya.
aku terbuai dengan percakapan dengannya, percakapan yang berawal tentang pendidikannya yang kini baru saja tamat. "September aku diwisudanya, Dik."
bahagia, aku bahagia mendengarnya sukses. dan aku lebih bahagia ketika ia masih ingat padaku, masih berani menyatakan kerinduannya padaku walau kurang dari 1 hari. obrolan renyah nan berat itu mengalir begitu saja... Sarjana Ekonomi itu bukan tak ada sepakat hanya saja mungkin tak jelas mendengar penjelasanku. Aaah obrolan yang membuatku melambung jauh dan menikmati bahasanya yang kental logat kejawatimuran.

Ssssttttt,  aku tak berharap apa apa darimu mantan kekasih, aku hanya ingat dan merindukan dahulu kamu pernah ada dikehidupan dan palung ini. semoga anda tahu itu Tuan Deaz.

                                                                *********

perjalanan masalalu aku buka perlahan di memori pesan sebuah jejaring sosial, aku menemukan sudut sudut hati yang pernah bahagia di sana, banyak kata sayang dan buaian cinta, tapi ketika aku hubungi satu persatu, tak ada dari mereka yang menanggapi... tak ada dari mereka yang membalas, tak ada dari mereka yang kembali menambahkan aku menjadi salah satu teman mereka.
cinta dan sayang begitu cepat datang dan pergi ketika bermunculan kekecewaan. lalu sebenarnya apa manfaat cinta dan sayang itu bila nantinya mereka saling melupakan dan berlenggang kangkung tanpa kenangan.
aku hanya kembali berfikir apakah harus dengan kematian baru mereka mengatakan "Aku kangen kamu" "Aku cinta kamu" "Aku cinta kamu"!!!
baah!!! aku bisa menjaga menjaga cinta ini untuk mereka, aku masih membuka berjuta-juta kata maaf untuk mereka, aku masih membuka pintu kasih untuk mereka yang menyayangiku sepenuh hatinya.
tapi sepertinya tidak untuk takdirku kali ini.
mereka orang-orang bawah sadar yang hanya bisa membuatku menyiramkan harapan kembali. hai orang orang bawah sadarku, aku cukup bahagia walau hanya dengan mendengar kalimat yang pernah kalian ucapkan, tak lebih dari sekadar mengenang masalalu.
aku hanya butuh itu dan TAK LEBIH!!!
apa kalian ingin menggadaikannya dengan kematianku kelak??? aku tak ingin kalian menyesal sia sia mengucapkan rindu, cinta, dan sayang... sungguh aku tak ingin. aku tak ingin kalian terlambat mengenalku. aku tak ingin kalian terbebani oleh mimpi mimpi bilur hatiku.
lalu apakah kalian akan tersenyum jika aku tersenyum? lalu apakah kalian akan menangis jika melihatku sakit? lalu bagaimana cara kalian mengenangku kelak?
entahlah, lagi lagi hanya entah yang aku ucapkan. kalian terlalu acuh untuk menengok diri ini yang selalu mengenang kalian di alam bawah sadarnya, di ingatan bawah sadarnya.
_semoga kalian membacanya_

Comments

Unknown said…
so sweet bgt cha. suka deh :)
Ocha Rosawati said…
Serius na?? hehhe makasiih :D:D:D:D:D:D

Popular posts from this blog

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

Melankoli !

Sedang tebangun dari tidur panjang