Bukan Teman
Ketika aku menulis ini aku telah kehilangan sahabat, teman dan kakak, yang belum genap setahun menemaniku hampir disetiap minggunya. Setelah ini aku tak banyak bicara lagi, tapi tolong biarkan aku mengungkapkan segalanya tentang kita. Pertemuan kita memang unik, disebuah penantian konser musik. Aku mengenalmu. Ya, kamu Kak. Perempuan unik yang menahan gejolak untuk merokok ditempat umum. Karena aku kau mengumpulkan keberanian. “Hi Friend,” kataku sambil menepuk pundakmu. Sejak saat itu kita jarang bertemu selama kurun waktu satu tahun karena berbagai kesibukan yang menyita seluruh kewarasan kita. Kembali bertemu ketika menonton salah satu pertunjukan teater di kampusmu. Kita sadar tidak ada yang namanya kebetulan. Kau tahu Kak, aku mungkin akan berusaha sekuat tenaga untuk tak cengeng dan menjagamu ketika aku bersamamu. Mengajakmu ngopi dibanyak kedai kopi di kota ini, menjaring matahari sore dan kita suguhkan di atas meja,meneguk sari pati senja yang tak dinikmati orang b...