Februari kesepuluh
Ini adalah februari kesekian,
Februari yang kau tinggalkan dengan segala harapan,
Ini adalah februari kesekian,
Februari yang kau pendam dalam kedukaan,
Ini adalah februari kesekian,
Februari yang pilu saat titik air hujan menghapuskan langkah-langkahmu.
Februari kesepuluh
Ingatan-ingatan itu bermunculan dan tak sempat lagi aku singkirkan.
Februari kesepuluh
Ketika hujan datang begitu terburu-buru, sementara aku tak sempat menyiapkan payung hitamku.
Kau menjadi ingatan yang terlambat aku lupakan,
berulang kali jutaan usaha melupakan itu aku lalui, tapi aku terlalu kalah untuk kau uji, sayangku.
Februariku adalah kesia-siaan melupakanmu,
sampaikan pada ingatanmu, bahwa aku telah baik-baik saja dengan segala upaya melupakanmu dan segala kecacatan dalam mengenangmu.
bilang pada ingatanmu bahwa hati ini belum juga pulih oleh rasa kehilangan yang amat deras,
yang tak pernah tahu bagaimana caranya mengalah pada kenyataan.
Kau yang ku sebut Februari,
Jemari ini tak lekas pergi dari hadapan doa.
Meminta agar kau kembali pulang kepangkuan hatiku. Kembali untuk berjumpa dalam dekapan waktu.
Kau yang ku sebut Februari.
Yang tak sempat aku lupakan.
Cirebon, 17 Februari 2019
Februari yang kau tinggalkan dengan segala harapan,
Ini adalah februari kesekian,
Februari yang kau pendam dalam kedukaan,
Ini adalah februari kesekian,
Februari yang pilu saat titik air hujan menghapuskan langkah-langkahmu.
Februari kesepuluh
Ingatan-ingatan itu bermunculan dan tak sempat lagi aku singkirkan.
Februari kesepuluh
Ketika hujan datang begitu terburu-buru, sementara aku tak sempat menyiapkan payung hitamku.
Kau menjadi ingatan yang terlambat aku lupakan,
berulang kali jutaan usaha melupakan itu aku lalui, tapi aku terlalu kalah untuk kau uji, sayangku.
Februariku adalah kesia-siaan melupakanmu,
sampaikan pada ingatanmu, bahwa aku telah baik-baik saja dengan segala upaya melupakanmu dan segala kecacatan dalam mengenangmu.
bilang pada ingatanmu bahwa hati ini belum juga pulih oleh rasa kehilangan yang amat deras,
yang tak pernah tahu bagaimana caranya mengalah pada kenyataan.
Kau yang ku sebut Februari,
Jemari ini tak lekas pergi dari hadapan doa.
Meminta agar kau kembali pulang kepangkuan hatiku. Kembali untuk berjumpa dalam dekapan waktu.
Kau yang ku sebut Februari.
Yang tak sempat aku lupakan.
Cirebon, 17 Februari 2019
Comments
Post a Comment