Pagi di rumah masalalu
Pagi ini sekeping kenangan telah tersaji pekat di atas meja teras rumah. Ditemani secangkir air mata yang terlanjur membeku. Bunga-bunga tak lagi bermekaran mencuci kelopaknya hingga embun jatuh sia-sia di muka bumi. Radio terus saja berceloteh kebohongan tentang dirimu. Dalam kamar ini kau menjadi masalalu. Sedang aku menjelma sinar lampu yang hampir padam. Keremangan terpancar jelas dari sudutnya. Sudut di mana kita pernah saling memeluk dan meluapkan amarah. Jendela terbuka, suara dan sisa cahaya jatuh di mataku yang nanar. Dihalaman itu tertanam sebatang kenangan kokoh, di antara dahannya menyimpul seutas tali lapuk. Tempat di mana aku ayunkan gulita yang datang bertubi-tubi. Merawat kesenyapan setiap sore menjelang. Mengingatmu membuat dadaku sesak, serta tangan yang tak lagi kuat memeluk diriku sendiri. Hingga air hujan telah jatuh tak sewajarnya. Berharap ada tangan yang menghapuskan aku dari musim merindukanmu. Ocha_2018