Si Pendaki
Oleh Ocha
Kau menyapaku dalam desahan angin sore.
Juga kau menyapa setiap bukit yang terlewati. Kau tebarkan cinta disetiap pucuk-pucuk kanopi. Dan kau taburkan putik mawar di dadaku yang dingin.
Di peristirahatanku kau menyanjungku, membuatku semakin terbuai olehmu pendaki.
Angin pegunungan mencuci wajahmu dan wajahku, hingga tak terasa aku dan engkau dalam satu irama nafas yang senada.
Pejamkanlah matamu.
Kini adalah saatnya kau merenungkan bagaimana titik-titik air di wajahku mengalir.
mengapa jauh-jauh kau membuat sajak maaf untuk bulan tak berdarah, padahal aku ini yang menjadi korban kekesalan hatimu sang pendaki. Aku dan bukit berharap kau bisa membuat kami seperti tanpa cintamu.
Purwokerto, 27 Maret 2011
Comments
Post a Comment