Memandang Gelap


Memandang Gelap……
Oleh : Rosa

Hujatan
Sepantaskah bila itu terlontar…..
Sepantas pandangannya gelap akan diriku…
Bilamana semua itu terkoyak hanya dari luar warnaku saja…
Kebungkaman menggerogotiku
Mereka mencari.. mereka mengoyak-ngoyakku..
Hingga tak ada lagi yang indah dariku…
Menyepi dalam hujatan mereka yang merasa berkuasa
Menangis dalam kritikan para dedengkot penguasa
Dengan puasnya mereka tertawa!!
Tawa gagap mencibir keluar hingga mulutnya berbusa..

Lalu apa yang bisa kau lakukan?
Hanya bisa menghujat dan mengkritikkah anda???
Aku kau anggap diam,
Aku kau anggap mati..!!!

Aaarrrgghhh….
Kau hendak merubah haluanku.. tapi pandanganmu gelap akan diriku…
Mau jadi apa? Seberapa buruk dan bodohnya aku, bukanlah kau yang merasakannya!!!
Memandang gelap pun kau masih saja mengelak!!!
Kau tuntut segara dariku…!
Kau tuntut cakrawala dariku..!! tidakkah kau berkaca hai para dedengkot!!
Hentikan kutukanmu padaku!! Hentikan tamparan hina padaku!!
Lebih baik kau urus saja moralmu yang tak lebih baik dari sang pengemis jalan!!

Lihatlah aku sebagai manusia
Lihatlah aku sebagai manusia yang memang tak mengerti apapun darimu.
Apakah memang harus seperti ini? Apakah harus aku yang kau dan mereka hujat?

Bilamana dunia ini berputar sangat lambat…
Akan ku benarkan kata-katamu,
Bilamana surga dan neraka tak ada,
ingin ku bunuh semua pemikiranmu akan diriku.
Tapi itu semua hanyalah banyolan jejaka tua.
Sedangkan aku adalah seonggok mayat tak berdaya menahan hujatanmu!

Tinggalkanlah aku dan pribadiku.
Tinggalkanlah aku dan budayaku.
Biarkanlah aku dengan aku yang ada saat ini .
Hingga saat sang lembayung mulai mewarnai langit.
Dan biarkan aku lepas bebas bak burung dara.
Memandang gelap.
Aah. Tak payah lah hingga katarak
Aku tetap pada jalanku sendiri.



Purwokerto, 2010

Comments

Popular posts from this blog

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

Melankoli !

Sedang tebangun dari tidur panjang