Posts

Rumah Panggungku hilang

 Oleh : Ocha Rosawati Getaran itu masih terasa ke ubun-ubun Saat rumah dan bangunan itu perlahan hancur Angin berhembus kencang, dan hanya dalam sekejap Rumah panggungku bergemuruh luluh lantak .. dan tak berbentuk lagi.. Sekilas ingatan canda tawa yang dulu ada di rumah panggungku. Patah..   Hancur Di mana keluargaku??? Aku di kini tertindih kesedihan….terkubur kegelisahan Menanti mereka Kampungku yang telah rata itu kini ramai oleh isak tangis.. Berselimut halimun pagi.. Beralaskan tanah berpaku  Aku menunggu Ayah dan Bunda pulang.. Cirebon, 2009

Bukan untuk hari ini

Oleh : Ocha Rosawati Ku tapaki jalan kampus yang ramai hilir mudik. Ku tebari senyuman ketika berpapasan dengan orang yang sekiranya ku kenal. Hari ini hari rabu, bukan hari yang menguntungkan bagiku. Ada sesuatu yang mengerikan. Tanggal ini juga sudah terlalu kolot. Jalan yang becek membuatku terpaksa sedikit mengangkat rok hitam yang sudah lima hari tak ku cuci tapi ya sudahlah, bukan keputusan yang buruk untuk masalah kostum, yang penting tidak berubah warna dan tidak berbau. Kuliah dimulai pukul 13.30 kali ini harus tanpa mengeluh. “Kalau kuliah ya memang begitu.” Ingat kata ibu ketika membalas pesan singkatku. Menyebrangi jalan dank u masuki gerbang fakultas tekhnik yang juga gerbang jurusan politik. Jalanan ini begitu sepi, yang biasanya ramai dengan hilir mudik motor dan mobil mahasiswa dan sepertinya sekarang sedang libur. Cleaning service yang nongkrong sambil minum kopi dalam plastic di parkiran menyambutku dengan senyuman. Ku taksir umurnya masih 19 sama seperti Mario, s...

Lingkar Senyummu

Oleh : Ocha Rosawati Terpaan angin menyerbu rindu menyerpih dalam dingin  di bahu itu kudapatkan dirinya tertidur sementara tak sempat ku menggapaimu dalam dekapan kau sertakan ilusimu antara dongeng yang kau larikkan ucapan yang dulu terdengar sayup senyap kini bagai vodka  memabukkan merunduk, merongrong! Lingkaran yang kau lukis lingkaran menggantungkanmu  dalam setiap gambar hitam langkahku lalu biarkan aku liar di atas senyummanmu.

Kemana anda akan pergi?

Oleh : Ocha Rosawati Jadi akhir-akhir ini, ingin tahu Siapa yang akan berada di sana untuk mengambil tempatku Ketika aku pergi Anda akan membutuhkan cinta Untuk menerangi bayangan di wajah Anda  Jika gelombang yang lebih besar akan runtuh Dan jatuh kepada kita semua Kemudian antara pasir dan batu Bisakah anda bertahan sendirian? Jika aku bisa, maka akanku lakukan Aku akan ikut kemanapun Anda akan pergi Jalan sampai tinggi atau turun rendah Aku akan ikut kemanapun Anda akan pergi  Dan mungkin, aku akan tahu Sebuah cara untuk kembali suatu hari nanti Untuk mendekap anda, dan menidurkan anda Melalui ruang paling gelap dari hari-hari Anda Aku tahu sekarang, Bagaimana aku dan cinta akan tetap berlangsung kisahnya Dalam hati Anda, dalam pikiran Anda aku akan tinggal dengan Anda untuk seluruh wak...

Kota Prodeo

Image
Kota Prodeo Oleh Rosawati (Reaksi rasa terhadap Puisi Pertanyaan oleh Nissa Rengganis) Baja hitam berkarat Tak ada hujan dan dentuman Tak ada derap jantung malam Tak ada suara-suara gitar dan okarina Dan, tak ada bisik manusia melantunkan drama Jangan tanyakan di mana oksigen berada Sipir sibuk mencari sampah oksigen Sementara, goresan dinding penuh oleh derita hari Sebab tak ada yang paling dirindukan dari oksigen dan matahari Sudut gelap penuh tangis Akan menjadi begitu kejam Tak boleh ada yang basah selain kabar duka Tak ada yang boleh bising selain deru pesawat Pembawa tahanan genap cacat mental Sulit terbahasakan oleh sebuah kota. Tak tahu kapan terakhir aku tertawa Serta menjerit sekuatnya Karena telah terlalu fasih meninggalkan kebisingan. Cirebon, 19 November 2015 Dalam Lapas Tikus

Kacamata Merah Jalan-jalan

Image
Siang ini bukanlah nasi yang kusendok, atau air yang kutuang, tapi beberapa tumpukan jerami kertas yang harusnya dari kemarin aku singkirkan. Beberapa hari lalu mama memberiku nasihat untukku berpuasa. biar barokah dan disayang Allah katanya. akhirnya dengan berat hati sedikit aku berpuasa. biasanya makan enak di kantor sekarang harus mingkem dan mimisan liat makanan enak. Hasrat diet muncul saat telah meraup makanan yang enak itu. ah penyesalan selalu hadir diakhir cerita. kemudian saat bosan inilah aku membuka buka beberapa agenda minggu lalu.

Saya Telah Mati

Oleh : Rosawati Intelek, saya terlalu intelek. Itu yang mereka utarakan sambil terus mengisap batang rokok yang aromanya lebih busuk dari sampah. Menurut saya itu hanya ungkapan umum, toh mereka orang berpendidikan seharusnya tak asing dengan istilah itu. Menganggap ocehannya adalah kentut biasa merupakan langkah yang baik agar suasana tidak bertambah panas. Saya dituntut berkata seronoh. Saya dituntut memahami perbendaharaan kata mereka. Bagi saya itu amat bodoh ! kenapa harus saya yang berpikir? Apa mereka hanya ingin disuapi?