Salah ya minta perhatian sama orang sedarah?
Ceritanya itu cukup panjang dan berbelit-belit,
makanya aku cerita sedikit saja, kalau diijinkan. kalau nggak juga aku bakal terus cerita dengan touch keyboard laptopku, jadi ga ada yang bisa nutup mulut aku.
sejauh ini aku selalu percaya akan kekuatan doa seorang Ibu, Doa, Doa, dan Doa!Aku percaya akan Kekuatan Allah yang selalu mengijabah doa setiap umatnya yang sedang dirundung beban perkara. tak bertumpu pada apapun apalagi benda fisik.
aku tahu konsep dan guna benda itu, katanya orang pinter (guweh orang bodo) "Saya kasih ini bukan berarti harus percaya sama benda ini, tetap satu percaya dan yakin sama pertolongan ALLAH, benda ini cuma simbol."
Pernyataan orang pinter itu juga mendukung gejolak hati aku saat ini kok! tapi anu, aku heran aja sama enyak ku. orang ga mau "megang" benda itu dulu dengan alasan aku belum sanggup buat beban wiridan yang sampai 2000 setiap kelar magrib!
yah, mendingan aku ngaji berapa juz deh.
dan tahu kah pemirsah, hingga saat tulisan ini terbit orang tuaku tidak menghubungiku sama sekali. gini nih ngambeknya oertu aku!
Bikin muak pengen mati !!
saudaraku juga demikian. maksudku minta nomer mereka, minta fb mereka biar mereka bisa mengontrol dan membimbingku, bisa jadi tempat share aku kalau ada masalah, jadi kalau udah ada mereka enak aja buat cerita dan ga perlu repot-repot membangun kepercayaan sama orang lain yang belum tentu amanah dan tulus nyediain kupingnya buat dengerin aku!
sayang, saudaraku cuma status dan "Kelompok keluarga Beringin" yang cuma bisa menggantungkan pembicaraan dan "goyang-goyang" kalau udah banyak kasih opsi.
fenomena ini yang menjadi alasan aku untuk membuat blog KAMAR SEPI BLOG'S, berteriak atas nama kesendirian, berteriak atas nama kesedihan, dan dukaku.
beruntung banget deh kalau punya orang tua yang setiap hari atau paling ga 2-3 hari sekali ngecek keadaan anaknya, aku ga minta mereka njenguk ke perantauan kok, karena UANG mereka udah cukup nengokin aku di sini !
sepakat kalau ada yang bilang "Mungkin sibuk." tapi aku tahu keseharian enyakku n bapak, malam adalah waktu tepat untuk menghubungi anaknya. tapi apa??? LOST!!!!
aku cukup sedih, harus kemana aku bercerita? harus kemana aku nyandarin dikala menangis, dan siapa yang bakal menghapus airmataku kalau tumpah.
karena persoalan sepele saja orang tuaku mempromosikan dirinya ngambek dan marah dengan tidak menghubungiku hingga saat Tulisan ini terbit.
salahkah gadis perawan ini menuntut sebungkus perhatian dari orang-orang disekitarnya?
aku rasa tidak. tapi bagaimana mereka bilang INI SALAH!! haduuh, ayolah bunuh saja aku!!
cukup sakit ketika tahu orang tua lebih intens menelpon saudara jauh ketimbang darah dagingnya sendiri. cukup sakit pula ketika denger orang tua lebih sering nengok saudara di Pekalongan ketimbang anaknya yang di Purwokerto, alasannya bapak cape nyetir ke Purwokerto, tahu gitu kenapa nguliahin aku jauh-jauh ke sini!!! kuliahin aja aku di PEKALONGAN biar sering ditengokin.
#astagfirullah!
cukup sekian deh, keburu banjir ni kosan gara-gara airmata "sapi" aku!!
makanya aku cerita sedikit saja, kalau diijinkan. kalau nggak juga aku bakal terus cerita dengan touch keyboard laptopku, jadi ga ada yang bisa nutup mulut aku.sejauh ini aku selalu percaya akan kekuatan doa seorang Ibu, Doa, Doa, dan Doa!Aku percaya akan Kekuatan Allah yang selalu mengijabah doa setiap umatnya yang sedang dirundung beban perkara. tak bertumpu pada apapun apalagi benda fisik.
aku tahu konsep dan guna benda itu, katanya orang pinter (guweh orang bodo) "Saya kasih ini bukan berarti harus percaya sama benda ini, tetap satu percaya dan yakin sama pertolongan ALLAH, benda ini cuma simbol."
Pernyataan orang pinter itu juga mendukung gejolak hati aku saat ini kok! tapi anu, aku heran aja sama enyak ku. orang ga mau "megang" benda itu dulu dengan alasan aku belum sanggup buat beban wiridan yang sampai 2000 setiap kelar magrib!
yah, mendingan aku ngaji berapa juz deh.
dan tahu kah pemirsah, hingga saat tulisan ini terbit orang tuaku tidak menghubungiku sama sekali. gini nih ngambeknya oertu aku!
Bikin muak pengen mati !!
saudaraku juga demikian. maksudku minta nomer mereka, minta fb mereka biar mereka bisa mengontrol dan membimbingku, bisa jadi tempat share aku kalau ada masalah, jadi kalau udah ada mereka enak aja buat cerita dan ga perlu repot-repot membangun kepercayaan sama orang lain yang belum tentu amanah dan tulus nyediain kupingnya buat dengerin aku!
sayang, saudaraku cuma status dan "Kelompok keluarga Beringin" yang cuma bisa menggantungkan pembicaraan dan "goyang-goyang" kalau udah banyak kasih opsi.
fenomena ini yang menjadi alasan aku untuk membuat blog KAMAR SEPI BLOG'S, berteriak atas nama kesendirian, berteriak atas nama kesedihan, dan dukaku.
beruntung banget deh kalau punya orang tua yang setiap hari atau paling ga 2-3 hari sekali ngecek keadaan anaknya, aku ga minta mereka njenguk ke perantauan kok, karena UANG mereka udah cukup nengokin aku di sini !
sepakat kalau ada yang bilang "Mungkin sibuk." tapi aku tahu keseharian enyakku n bapak, malam adalah waktu tepat untuk menghubungi anaknya. tapi apa??? LOST!!!!aku cukup sedih, harus kemana aku bercerita? harus kemana aku nyandarin dikala menangis, dan siapa yang bakal menghapus airmataku kalau tumpah.
karena persoalan sepele saja orang tuaku mempromosikan dirinya ngambek dan marah dengan tidak menghubungiku hingga saat Tulisan ini terbit.
salahkah gadis perawan ini menuntut sebungkus perhatian dari orang-orang disekitarnya?
aku rasa tidak. tapi bagaimana mereka bilang INI SALAH!! haduuh, ayolah bunuh saja aku!!
cukup sakit ketika tahu orang tua lebih intens menelpon saudara jauh ketimbang darah dagingnya sendiri. cukup sakit pula ketika denger orang tua lebih sering nengok saudara di Pekalongan ketimbang anaknya yang di Purwokerto, alasannya bapak cape nyetir ke Purwokerto, tahu gitu kenapa nguliahin aku jauh-jauh ke sini!!! kuliahin aja aku di PEKALONGAN biar sering ditengokin.
#astagfirullah!
cukup sekian deh, keburu banjir ni kosan gara-gara airmata "sapi" aku!!
Comments
Post a Comment