memoriam
Satu persatu daun bambu berjatuhan,
satu persatu matahari redupkan sinarnya,
hingga hari tak lagi memiliki waktu,
runtuhan kenangan yang kemarin terbangun
jadikanku semakin hanyut.
jika hanya hitungan bulan mereka terpisah,
aku selamanya,
jika hanya pulau penghalang mereka,
aku alam ini,
seyogyanya aku tak menuntut apapun
karena Tuhan miliki kisah lain untukku,
Tapi aku hanya ingin tak ada airmata lagi,
tak adalagi bahasa tubuh pendusta
Bilamana Tuhan tak ijinkan aku bersamanya
maka ijinkkanlah hidup tanpa cinta
ijinkanlah aku tak lagi kehilangan sahabat,
kawan, handai taulan
jangan lagi KAU jemput mereka
karena aku cukup merasa sentris dalam ruang tanpa daya ini.
Comments
Post a Comment