Lelaki Jepara


      Januari begitu cepat datang, setiap sore mendarat disisi jendela memandangi air yang jatuh ke bumi sesaat sebelum kau aku temui. Kau tahu berapa lama aku memupuk duka agar menjadi sebuah warna baru dalam hidup?
         Setengah windu mengenang yang tak bernyawa. Setengah windu merawat kesedihan, memupuk air mata dan meniduri kerinduan yang semu. Aku pernah pernah berpikir,tak ada lelaki yang Tuhan sediakan untukku cintai, tak ada insan yang bisa aku rindui setiap malam,
Demi Tuhan, maafkan aku telah berburuk sangka dan kubuka mataku, pasti ada alasan bertahan demi sebuah asa.
kepada lelaki yang namanya aku sebut tasbih ketika rindu menjamah, lelaki yang menggenggam ara, lelaki yang membangunkanku dari tidur panjang, lelaki yang menamparkanku bahwa dunia masih bisa aku abadikan.
Kaulah lelaki itu, aku pasrahkan segenggam harap padamu. Bersama sebiduk kisah dan romantisme kisah kita, adalah impianku. Kita guratkan pena dalam perjalanan ini, bentangkan pena hingga bintang enggan untuk menodai.
Sayangku, hati ini hanya selembar daun yang dapat jatuh dan musnah. ijinkan aku istirahat dan berbaring dalam hangatnya dirimu. Engkau yang senantiasa merona wajahnya dalam ingatan. Biarkan tajuk kisahmu menjadi sarapan pagiku dan biarkan jemarimu mengutipku sebagai cerita yang kelak akan kita luaskan.
Semoga Tuhan Jauhkanku dari keparauan saat tak berada di sisimu, karena tak dapatku temukan kata yang paling bisa ku telantarkan saat mencintaimu, karena tak dapat kuucapkan kata yang paling rindu, ku biarkan tumpah hasrat ini, dan jangan biarkan ini terbelenggu. Hingga tidak ada kesakitan untuk kita lagukan. Saat masih ada ribuan kesenangan yang bisa kita nikmati.
Jangan kau beranjak. Jangan biarkan sebuah ruang terasa sunyi di dada. Jangan biarkan butiran airmata ini jatuh karena kepergianmu.
Sayangku,
Tak ada yang kekal di dunia ini, tapi biarlah  cinta ini kekal hingga hayat tiba. Hanya doa yang mempertautkan rinduku untukmu, menjadi nocturnal dan menyelipkan namamu dalam setiap doa. Sampai badai membuat karam kecemasanku.
Selamat datang dan janganlah kau pamit tanpa pesan indah untukku sayangku.


Comments

Popular posts from this blog

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

Melankoli !

Sedang tebangun dari tidur panjang