Komunikasi dalam kinerja birokrasi FISIP UNSOED


           Tujuan utama dalam mempelajari komunikasi adalah memperbaiki organisasai. Memperbaiki organisasi  biasanya ditafsirkan sebagai memperbaiki hal-hal untuk mencapai tujuan manajemen. Dengan kata lain, orang mempelajari komunikasi organisasi organisasi untuk menjadi menajer yang lebih baik. Sebagian penulis berpendapat bahwa manajemen adalah komunikasi. Seringkali teori tradisional dan petunjuk mengenai organisasi dan komunikasi organisasi ditulis dari suatu perspektif manajerial dan sangat menekankan suatu pandangan obyektif.


            Karakteristik komunikasi organisasi meliputi materi, pusat kewenangan dan kekuasaan pengambilan keputusan, serta erat dengan spesialisasi tugas. Menurut Aloliliweri komunikasi  organisasi adalah bagaimana sebuah organisasi demi kepentingan organisasi dan mempunyai  dampak langsung maupun tidak langsung perilaku individu maupun sosial terhadap  organisasi. Komunikasi organisasi itu lebih efektif pada bidang-bidang yang lain sehingga mampu berbuat terhadap yang berhubungan dengan perubahan. Dalam mengajurkan masyarakat mengambil tindakan-tindakan komunikasi organisasi lebih tidak efetkif lagi apabila tidak dibarengi dengan anjuran-anjuran secara pribadi, komunikasi organisasi terjadi kapanpun setidaknya tidaknya satu orang yang menduduki jabatan dalam suatu organisasi, analisis komunikasi organisasi menyangkut penelahaan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan. Sistem tersebut menyangkut hubungan untuk menyatakan kesamaan fikiran dan perilaku yang telah diatur dengan kebijakan.
            Dalam organisasi birokrasi FISIP UNSOED terdapat empat Bagian yang di pimpin oleh Ketua Tata Usaha dan mengurusi kebutuhan fakultah di antaranya : Bagian Akademik dan kemahasiswaan, Bagian Keuangan dan Kepegawaian, Bagian Umum dan Perlengkapan, Bagian Perencanaan dan Informasi. Keempat bagian itu masih juga memiliki koordinasi dengan Pembantu dekan yang menangani bidangnya masing-masing. Selama dua tahun menikmati pelayanan dari Bagian akademik dan kemahasiswaan yang notabene langsung berhadapan dengan mahasiswa, sangat disayangkan akan pelayanannya yang kurang memuaskan dari segi kinerja hingga komunikasi terhadap mahasiswa.
            Penelitian terdahulu tentang Bapendik kemahasiswaan ini adalah pergerakan kinerja yang statis, maksudnya di sini adalah tentang pola interaksi antar karyawan dengan mahasiswa yang tidak ramah dan kadang informasi yang diberikan menggantung dan tidak sampai apa maksudnya. Minimnya sarana menyampaikan saran dan pendapat terhadap birokran kampus menjadi salah satu penyebab mengapa Fisip dalam pengelolaan kinerja masih berjalan ditempat. Pelanggaran-pelanggaran yang sering terjadi lebih karena tidak adanya sanksi lisan yang memang menuntun kembali pada apa yang seharusnya dilakukan.
            Tidak hanya masalah komunikasi antar mahasiswa yang sangat tidak efektif tetapi dengan sesama karyawan pun terjadi. Ini terjadi karena hubungan kerja yang masih bersifat patrimonial dengan kata lain hubungan kerja berdasarkan unsur kekeluargaan, sehingga komunikasi yang tecipta memang lebih lentur namun tidak menembak pada maksud penegasan alur kinerja. Keadaan ini ditambah dengan tidak adanya evaluasi kinerja setiap periodenya. Rapat antar karyawan hanya pada saat ketika ada program yang hendak dijalankan. Sehingga yang tercipta adalah kondisi di mana komunikasi tidak berjalan dengan baik.
            Karena banyak masalah yang kompleks dari sebuah organisasi lebih banyak dibutuhkan sebuah komunikasi dan saling terbuka antar karyawan sangat dibutuhkan untuk merombak sistem kerja yang ada di organisasi birokrat Fisip. Human Relation dibutuhkan dalam menciptakan komunikasi yang baik terhadap anggota internal organisasi, dan ini tak terlihat “taringnya” dalam organisasi birokrat fisip yang seharusnya menjadi tolok ukur organisasi birokrat yang lainnya.

            Selayaknya pemimpin fakultas  bisa membenahi dengan cara memberikan pengawasan dan pengendalian secara rutin terhadap kinerja birokrat, membuka forum evaluasi sebagai ajang komunikasi organisasi agar dapat membenahi setiap kekurangan yang ada. Selain itu pula dapat menginsulin karyawan agar bertindak kreatif dan peka terhadap pelayanan yang kurang baik.

Comments

Ocha Rosawati said…
Yups, semoga bermanfaat :)

Popular posts from this blog

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

Melankoli !

Sedang tebangun dari tidur panjang