Selamat Tinggal

Selamat malam, selamat malam dunia yang sunyi.untuk lelaki yang telah membuka mataku,
untuk lelaki yang telah menaburkan keruhnya cinta,


ingin aku ungkapkan beberapa luapan yang tak pernah bisa aku ucapkan langsung padamu.
aku tak pernah bisa menaksirkan seberapa besar sayangku padamu, seberapa besar hendak ku korbankan diri ini.
aku hanya ingin menjadi seorang perempuan yang selalu jadi primadona bagi kekasihnya,
menjadi bulan-bulanan dalam mimpinya,
ingin merasakan apa yang perempuan lain rasakan kala didera cinta.
tidak ada satu lelaki pun yang menghalau pikiranku, tak ada sayang !
aku hanya ingin kamu melihat aku dari masalalu yang telah membentukku.
inilah aku, aku dengan keegoisanku, aku dengan keangkuhanku, dan aku dengan kekanak-kanakanku,
aku mungkin egois untuk membuat orang untuk mengerti,
aku memang terlalu cengeng untuk sekadar mendengar kalimat "akhir"
karena masalah dan derita yang kita kerap hadapi tak pernah dijadikan pelajaran dan membuat kita makin kuat.
Keyakinanku akan dirimu tetap tertanam hingga hati ini masih kuat untuk bertahan.
apalah arti diriku bila semuanya telah mencampakkanmu,
ingat saat beberapa bulan lalu, hanya beberapa bulan lalu aku menuliskan "Sedang terbangun dari tidur panjang" http://sepijamak.blogspot.co.id/2013/04/sedang-tebangun-dair-tidur-panjang.html
dengan segenap harapan aku tulis tanpa tersirat.
tapi D, sadarlah,
sayang ini amat mahal,
sayang memang tak cukup untuk menjadikan kisah menjadi manis, tapi aku hanyalah gadis berhati cacat,
pergilah, tinggalkan gadis yang terus ditimpa derita bertubi-tubi. ya. karena kamu tak pernah bisa mengerti aku !
silahkan berkata dan menghujat, silahkan.
karna kamu ga pernah tau perasaan aku, karena kamu bukan hakim atas diriku , karena kamu bukan raja atas pikiranku , hanya aku dan Tuhan yang tau siapa , apa, dan bagaimana aku dan hati aku !

Namun apalagi yang harus aku katakan selain permintaan maaf dan terimakasih telah menyayangiku kemarin,
selalu hadir saat rindu mulai berkecambuk ! hadir saat aku ingin menunjukkan pada duniaku, "Ini lelaki yang telah menjadi pelita baruku"
walau kadang kau mengartikannya salah, hingga kita mulai bertengkar dengan tema berbeda.
lelakiku, 2 januari, bukanlah seperti 2 maret lalu, kita berpesta pora dalam beberapa waktu lalu. kita bersama dalam perjalanan waktu yang amat singkat. aku mohon maafkan diriku,
bila akhir ini hendak kau inginkan, maka lupakanlah aku. lupakan duniaku ! jangan siksa aku dengan kabarmu yang selalu sampai oleh inderaku, aku tak ingin tersiksa mengemban rasa sayang yang tak bisa lagi terbalaskan.

Kini, biarlah aku dengan apa yang aku rasakan, pergi dan tak usah hiraukan rasa ini.
selamat jalan, selamat tinggal. aku takkan lagi menghampirimu dengan berbagai cara.

Comments

Popular posts from this blog

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

Melankoli !

Sedang tebangun dari tidur panjang