TUGAS MAKALAH ETIKA


Etika Bisnis dalam Pasar Persaingan Sempurna
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Etika Administrasi Negara





Disusun Oleh :
Rosawati       F1B010001

 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA
PURWOKERTO
2012



Latar Belakang
            Pasar adalah Sebuah forum di mana orang-orang berkumpul dengan tujuan untuk mempertukaran kepemilikan barang atau uang. Pasar bisa berukuran kecil dan sangat sementara (dua orang sahabat yang saling mempertukaran baju bisa dilihat sebagai tindakan yang menciptakan pasar sementara) atau sangat besar dan relatife permanen (pasar minyak mencakup sejumlah benua dan telah beroperasi selama beberapa dekade).
            Pasar bebas persaingan sempurna adalah Pasar dimana tidak ada pembeli atau penjual yang memiliki kekuatan cukup signifikan untuk mampu mempengaruhi harga barang-barang yang dipertukarkan.

Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, penulis menarik rumusan masalah, yakni :
1.      Hubungan antara Etika Bisnis dan Pasar persaingan sempurna.

Pembahasan
            Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk. Kebaikan pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut.
1.      Pada pasar persaingan sempurna tidak tampak kegiatan saling
menyaingi antarpenjual.
2.      Penjual tidak mungkin mengadakan persaingan harga dengan maksud merebut pasar karena harga pasar adalah suatu yang harus diterima masing-masing produsen.
3.      Barang yang ditawarkan penjual akan laku berapa pun jumlahnya
tanpa mengalami penurunan harga.
4.      Tidak mungkin mengubah bentuk barang untuk merebut pasar karena adanya homogenitas barang.
5.      Informasi tentang pasar telah diketahui oleh saingan usaha dan usaha untuk menyaingi perusahaan lainnya juga tidak menghasilkan apa-apa karena jumlah saingan sangat tidak terbatas.
6.      Konsumen tidak perlu beradu tegang tentang tawar-menawar harga barang karena harga tidak dapat dipengaruhi oleh siapa pun.
Kelemahan pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut.
1.      Pasar persaingan sempurna sulit dijumpai, sebab:
a.       homogenitas barang sulit dilaksanakan sebab konsumen lebih sering datang ke pasar yang heterogen (banyak pilihan alternatif);
b.      harga tidak dapat ditawar-tawar lagi.
2.      Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan informasi menyebabkan kemajuan dalam kualitas dan kuantitas serta jenis yang memaksa adanya persaingan produk antarprodusen.
3.      Keuntungan maksimum yang diperoleh pedagang sudah dapat diprediksi sejak awal karena harga tidak dapat dipengaruhi oleh pedagang.
4.      Pasar gelap (black market) dapat muncul sewaktu-waktu.

Etika dan Pasar Kompetitif Sempurna
            Pasar bebas kompetitif sempurna mencakup kekuatan-kekuatan yang mendorong pembeli dan penjual menuju apa yang disebut titik keseimbangan. Dalam hal ini pasar dikatakan mampu mencapai tiga moral utama ;
a.       Mendorong pembeli dan penjual mempertukarkan barang dalam cara yang adil.
b.      Memaksimalkan utilitas pembeli dan penjual dengan mendorong mereka mengalokasikan, menggunakan, dan mendistribusikan barang-barang dengan efisiensi sempurna.
c.       Mencapai tujuan-tujuan tersebut dengan suatu cara yang menghargai hak pembeli dan penjual untuk melakukan pertukaran secara bebas.
            Untuk memahami aspek dari pasa kompetitif sempurna, kita perlu mempertimbangkan apa yang terjadi dalam pasar, namun dalam suatu system perekonomian yang terdiri dari suatu system dari banyak pasar. Sistem pasar dikatakan efisiensi sempurna jika semua barang dalam semua pasar dialokasikan, digunakan dan didistribusikan dengan suatu cara yang menghasilkan tingkat kepuasan paling tinggi dari barang-barang tersebut. Sistem pasar kompetitif sempurna mencapai efisiensi tersebut dalam 3 cara :
(1)   Pasar kompetitif sempurna memotivasi perusahaan untuk menginvestasikan sumber daya mereka dalam industri-industri yang tingkat permintaannya tinggi dan mengalihkan sumber daya dari industri-industri yang permintaannya rendah.
(2)   Pasar kompetitif sempurna mendorong perusahaan untuk meminimalkan sumber daya dikonsumsikan untuk memproduksi suatu komoditas dan menggunakan teknologi paling efisien yang tersedia.
(3)   Pasar kompetitif sempurna mendistribusikan komoditas di antara para pembeli dalam suatu cara di mana semua pembeli menerima komoditas yang paling memuaskan yang dapat mereka peroleh, dalam kaitannya dengan komoditas yang tersedia bagi mereka serta uang yang mereka miliki untuk membelinya.
            Etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri, dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, dengan mengubah pandangan dunia tentang etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Karena tanpa etika bisnis, para penguasa dan pebisnis akan menjadi tidak terkendali dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
Beberapa hal yang mendasari perlunya etika dalam kegiatan bisnis:
- Selain mempertaruhkan barang dan uang untuk tujuan keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan nama, harga diri, bahkan nasib manusia yang terlibat di dalamnya.
- Bisnis adalah bagian penting dalam masyarakat.
- Bisnis juga membutuhkan etika yang setidaknya mampu memberikan pedoman bagi pihak-pihak yang melakukannya.
            Bisnis adalah kegiatan yang mengutamakan rasa saling percaya. Dengan saling percaya, kegiatan bisnis akan berkembang baik. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika yang menjamin kegiatanbisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.

NEOLIBERALISME DAN ETIKA BISNIS DALAM PERSAINGAN USAHA
Sebagai bentuk baru dari paham ekonomi pasar liberal, neoliberalisme ikut memicu lahirnya permusuhan antara pengusaha dan pekerja atau antara majikan dan buruh. Menciptakan ketidakdamaian antara pemilik modal dan pekerjanya, yang ditandai dengan penindasan terhadap kaum buruh dengan upah buruh yang masih jauh dari kebutuhan hidup sehari-hari. Sebab, yang diterima pekerja di Indonesia baru merupakan upah minimum regional (UMR).
            Dalam pasar bebas, para pengusaha tidak lagi saling peduli satu sama lain, dan berlomba mempertahankan kepentingannya. Sehingga, keberadaan etika bisnis menjadi tidak penting lagi dan tujuannya untuk memberikan kenyamanan bagi para stakeholder-nya tidak lagi dapat dicapai. Yang kaya akan semakin kaya, dan yang miskin akan semakin tertindas, karena persaingan usaha menjadi tidak seimbang.
Padahal telah terbukti, bagaimana ketahanan para pelaku-pelaku UKM dalam menghadapi krisis ekonomi global. Sementara sekelompok kecil pemodal besar, yang mendapat banyak kemudahan fasilitas dari pemerintah justru terpuruk oleh krisis global. Terlihat bahwa pemerintah melalui regulasinya lebih berpihak pada pemilik modal demi mengejar persentase pertumbuhan yang tinggi. Kesemuanya ini mengindikasikan telah terabaikannya etika bisnis sebagai acuan bagi para pelaku bisnis dalam melakukan kegiatan usaha.
Kondisi ini akan semakin diperparah lagi jika neoliberalisme diterapkan. Negara kita akan semakin terpuruk. Karena ekonomi neoliberal selalu ditandai dengan tiga penyakit kronis, yaitu pengangguran, kemiskinan yang berdampak pada meningkatnya kriminalitas dan kesenjangan.

Secara umum, dampak yang ditimbulkan dari neoliberalisme adalah:
- Semua layanan publik menjadi mahal (tingginya ongkos kesehatan dan pendidikan).
- Membesarnya kekayaan berbagai sektor usaha global.
- Kesenjangan yang makin melebar (kaya-miskin), di mana pekerja tidak mendapat perlindungan dari negara.
- Konflik meluas bukan hanya pada kaya-miskin, melainkan antarkelompok miskin.
- Munculnya gagasan Corporate Sosial Responsibility (CSR).
Adapun perlawanan yang dapat dilakukan terhadap isu neoliberalisme, antara lain: (I) Melakukan pendidikan kritis dan kampanye tentang ekonomi pasar dan peta kekuatan modal, (II) Mendorong lahirnya organisasi sosial yang berbasis sosial plural, (III) Menuntut kembalinya fungsi negara sebagai penyedia layanan publik yang murah sekaligus bermutu, (IV) Membuat media pencerahan sebagai lawan dari wacana dominan neoliberal, (V) Mendorong aksi-aksi massa yang memanfaatkan sentimen keadilan dan ekonomi rakyat, (VI) Memanfaatkan kekuatan sosial untuk mendorong tuntutan progresif, dan (VII) Menciptakan basis logistik yang mandiri.
            Berbagai uraian tersebut di atas menunjukkan bahwa neoliberalisme pada dasarnya tetap sangat memuliakan mekanisme pasar, namun campur tangan negara, walaupun diakui diperlukan, harus tetap dibatasi sebagai pembuat peraturan dan sebagai pengaman bekerjanya mekanisme pasar.


KESIMPULAN
            Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
            Adam Smith mengungkapkan dalam bukunya Theory of Moral Sentiment, “Setiap orang mencari keuntungan untuk dirinya sendiri, tetapi ia dituntun oleh tangan-tangan gaib untuk mencapai tujuan akhir yang bukan jadi bagian keinginannya.” Etika pasar persaingan sempurna merupakan hal penting karena perlunya bagaimana bersikap adil dan menjunjung kualitas barang, mengenai bagaimana produsen memberikan keunggulan produknya sehingga konsumen tertarik pada apa yang menjadi produknya, dengan demikian konsumen pun bisa memilih dan mempertimbangkan barang mana yang mereka butuhkan dan kepercayaan konsumen akan tertanam ketika produk yang dipilihnya itu berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA
Steven Pressman, Lima Puluh Pemikir Ekonomi Dunia, Alih Bahasa Tri Wibowo Budi Santoso, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2000
Suherman Rosyidi, Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Makro Dan Mikro, Jakarta: PT.. Raja Grafindo, 1996

Comments

Popular posts from this blog

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

Melankoli !

Sedang tebangun dari tidur panjang